Current Issues

Iklan Jasa Berbayar Bully oleh Buzzer Jadi Viral, Dunia Maya Seram Banget

Kezia Kevina Harmoko

Posted on May 2nd 2022

Belakangan ini dunia maya diramaikan dengan sebuah iklan jasa bully oleh akun yang menyediakan layanan buzzer. Ternyata iklan sejenis itu sempat viral juga pada November 2021 lalu, tapi iklan serupa kembali muncul sekarang.

Akun dengan nama @buzzerindonesia itu mengiklankan sebuah layanan bernama jasa bully. Caption iklannya begini, “Ada di-bully di media sosial? Pengin balas, tapi kalah bacot. Tenang, biar kami yang urus.”

Akun tersebut mendeskripsikan layanan bully itu dengan detail. Nantinya target akan diserang oleh 50-100 akun dan mereka menyebut bahwa mereka punya ratusan ribu akun. Disebut juga gak boleh ada unsur hoax, ras, dan agama. Oke bagus. Namun, poin selanjutnya adalah “teknik menggunakan attack psikis target.” Lah!?

Layanan tersebut bahkan menyediakan laporan (report) hasil bully mereka dalam bentuk Excel. Bahkan yang meluncurkan serangan disebut memiliki basic psikologi dan lulus cumlaude di universitas ternama. Lah lho.

Poin terakhirnya lebih membagongkan lagi: “buzzer profesional yang menyerang tanpa menyentuh hal-hal sensitif dan yang melanggar undang-undang.”

Iklan tersebut tayang sekitar pada Minggu (1/5) lalu dan ditemukan oleh pengguna TikTok bernama @wevebeenthereright. Saat artikel ini ditulis, akun yang menayangkan iklan tersebut yaitu @buzzerindonesia sudah tidak bisa ditemukan lagi. Meski akun dan iklannya sudah tidak ada, web yang tercantum di iklan tersebut memang ada dan mengarahkan kita buat memesan layanan mereka lho. Ada ratecard-nya pula.

Fenomena buzzer ini seram banget. Hanya dengan membayar sejumlah uang, kita bisa mengerahkan massa ke orang atau tertentu. Padahal sejarah awal buzzer itu sosok yang menyebarkan info penting lho, bukan pihak yang menyerang seseorang.

Lebih miris lagi penyedia buzzer yang ditujukan untuk menyerang seseorang itu mengklaim bahwa mereka melibatkan mahasiswa psikologi untuk “menyerang psikis target”. Entah poin tersebut hasil karangan atau memang benar adanya, justru seharusnya mahasiswa psikologi peka dengan isu kesehatan mental dan bukannya jadi perusak mental orang lain.

Well, buzzer-buzzer ini reminder buat kita lebih bijak dalam bermedia sosial dan gak mudah percaya dengan apa yang ada di dunia maya. Sekarang segalanya bisa dengan mudah dibeli~ (*)

Gambar: Twitter @mazzini_gsp

Artikel Terkait
Entertainment
Hailey Bieber Ungkap Betapa Media Bikin Ia dan Justin Bieber Merasa Tertekan

Entertainment
Dua Lipa Sebut Media Sosial “Toxic” setelah Video Dance Lamanya Viral

Entertainment
Orang Bilang Billie Eilish Sukses, Tapi Diam-Diam Dia sering Merasa Gagal