Tech

Trump Tak Akan Kembali ke Twitter Meski Sudah Dibeli Elon Musk

Jingga Irawan

Posted on April 26th 2022

Mantan Presiden AS Donald Trump, yang sudah lama diblokir dari Twitter, tak akan mau menggunakan media sosial itu lagi, bahkan jika Elon Musk dapat mengaktifkan kembali akunnya. Kabar tersebut Trump ungkapkan ke Fox News pada Senin (25/4).

Alih-alih men-tweet dari platform yang pernah sangat disukainya, Trump meyakinkan Fox kalau ia akan secara resmi mulai mem-posting sesuatu di aplikasi media sosial barunya, Truth Social.

"Saya tak akan menggunakan Twitter, saya akan tetap menggunakan TRUTH," kata Trump kepada Fox News.

“Saya berharap Elon membeli Twitter karena dia akan melakukan perbaikan dan dia adalah orang yang baik, tetapi saya akan tetap pada TRUTH (aplikasinya).”

Pengumuman Trump datang beberapa saat setelah Musk memenangkan tawaran untuk membeli Twitter dengan harga USD 54,20 per saham. Selama hampir dua minggu, Musk telah berusaha untuk mengambil alih perusahaan yang disebutnya sebagai pusat kota digital itu.

Menanggapi pernyataan awal Musk yang mengumumkan rencananya, Trump mengatakan kepada Americano Media pada 14 April bahwa dia mungkin tak akan tertarik untuk kembali ke Twitter bahkan jika Musk membelinya.

Twitter menjadi sangat membosankan. Mereka telah menyingkirkan banyak suara bagus di Twitter, banyak suara konservatif mereka," kata Trump kemudian dalam wawancara Americano Media.

Trump diblokir secara permanen dari Facebook, Instagram, dan Twitter setelah kerusuhan 6 Januari di US Capitol. Pada saat itu, Twitter mengatakan kalau postingan Trump dapat memicu kekerasan lebih lanjut.

Meskipun tak akan menggunakan Twitter lagi, Trump optimis kalau pembelian Twitter oleh Elon Musk dapat menguntungkan platform. “Saya pikir itu bagus. Kami menginginkan kebebasan dan keadilan dan keadilan di negara kami, dan semakin banyak yang bisa kami buka, semakin baik,” ujarnya kepada Fox.(*)

Foto: AFP

Artikel Terkait
Tech
Aplikasi Truth Social Milik Trump Dirilis Februari

Tech
Aplikasi Truth Social Milik Trump Dicap sebagai Bencana

Current Issues
Masih Tak Terima Diblokir, Donald Trump Tuntut Facebook, Twitter, dan Google