Current Issues

Antibodi Covid-19 Masyarakat Capai 99 Persen, Masker Masih Perlu Nggak Sih?

Dwiwa

Posted on April 22nd 2022

Belum lama ini, Kementerian Kesehatan mengungkapkan jika hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus (sero survei) pada Maret 2022 menunjukkan jika 99,2 persen masyarakat di Jawa-Bali telah mempunyai antibodi Covid-19. Antibodi itu termasuk yang didapat dari vaksinasi maupun infeksi.

Dilansir dari covid19.go.id, hasil sero survei kerja sama antara Kemenkes dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tersebut juga memperlihatkan jika orang Indonesia memiliki kadar antibodi tinggi (7.000-8.000 titer antibodi). Angka ini meningkat tajam dibanding bulan Desember di mana hanya berkisar 500-600 titer antibodi.

Tingginya angka itu berarti jika suatu saat nanti diserang virus, daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya. Itu tentu juga akan sangat mengurangi risiko masuk rumah sakit atau meninggal.

Lalu, bagaimana dengan penggunaan masker? Apakah tingginya antibodi yang ditemukan di masyarakat berarti masker tidak lagi perlu digunakan?

Dalam konferensi pers virtual Kemenkes pada Rabu (20/4), epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono yang juga merupakan salah satu peneliti dalam sero survei tersebut mengungkapkan peningkatan kadar antibodi masyarakat tidak menjadi indikasi untuk melepas masker atau melonggarkan protokol kesehatan (prokes).

“Tetapi bukan berarti kita melepas prokes, karena kita tetap harus mendorong masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan supaya tetap sehat selama perjalanan sehingga mengurangi risiko penularan. Karena pandemi belum selesai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pandu juga menegaskan jika tingginya antibodi di masyarakat bukan berarti kita bisa jumawa sehingga melepas masker dan tidak patuh untuk berperilaku 3M. Sebab, hanya dengan cara itu kita bisa tetap konsisten mengurangi risiko penularan yang masih cukup tinggi di tengah pandemi.

Selain menegaskan agar masyarakat tetap disiplin prokes, Pandu juga menyarankan agar masyarakat segera melakukan vaksinasi dosis lengkap termasuk booster. Menurutnya, dua konsep itu tidak boleh ditinggalkan dan harus fokus. Dengan begitu penanganan Covid-19 lebih sustain dan mencegah terjadinya lonjakan.(*)

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Varian BA.2.75 Sudah Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Current Issues
Hindari Tempat-Tempat Ini Jika Belum Vaksin

Current Issues
Hasil Survei Serologi: 98,5 Persen Penduduk Indonesia Punya Antibodi Covid-19