Current Issues

Hindari ke Luar Negeri Saat Libur Panjang Lebaran, Ini Alasannya

Dwiwa

Posted on April 19th 2022

Libur lebaran tahun ini akan lebih panjang dibanding tahun lalu. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri selama musim libur panjang Hari Raya Idul Fitri.

Dilansir laman covid19.go.id, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di luar negeri berbeda dengan di Indonesia dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dikhawatirkan tertular.

"Dengan adanya libur panjang, masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri karena kita ketahui di negara lain situasinya tidak sama dengan di Indonesia, sehingga ada potensi penularan dari luar negeri," ujar Menko Airlangga saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 18 April 2022, selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Airlangga juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum berakhir sehingga masyarakat harus tetap waspada. Apalagi,  saat ini sejumlah negara tengah mengalami kenaikan kasus, misalnya di Tiongkok.

"Kita harus tetap waspada, dan kita lihat di beberapa negara termasuk di Shanghai, China itu terjadi kenaikan. Tentu kita tidak ingin bahwa kenaikan tersebut membawa virus yang nanti dibawa oleh PPLN kita ke dalam negeri," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa lonjakan kasus juga dialami sejumlah negara tetangga lain, misalnya Korea Selatan yang kasus hariannya mencapai ratusan ribu. Menkes pun mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker.

"Arahan dari Bapak Presiden kita harus hati-hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa. Kita bisa melakukan pergerakan dengan lebih normal, tapi tetap harus hati-hati dan waspada. Paling penting adalah pakai masker, masker itu sudah menjadi gaya hidup. Saya lihat ibu-ibu yang punya jilbab, jilbabnya cokelat, maskernya cokelat, jilbabnya kuning, maskernya kuning. Jadi saya rasa bukan suatu hal yang aneh lagi," ujar Menkes.

Budi menambahkan, masyarakat juga harus terus disiplin memakai masker dan tidak usah terlalu terburu-terburu mengikuti negara lain yang terlampau agresif, tapi kemudian malah kasusnya naik lagi. Pasalnya, saat ini kita sudah mengalami perbaikan yang akan sangat mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depannya. (*)

 

Foto: Pexels/Connor Danylenko

Artikel Terkait
Interest
Fixed! Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 1443 H

Current Issues
Nggak Bisa Mudik? Berikut 5 Cara Asyik Nikmati Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Current Issues
Pulang Mudik, Pemerintah Sarankan Masyarakat Lakukan Tes Covid-19 Mandiri