Hobi

Kuku panjang Lagi Ngetren, Ada Dampaknya Buat Kesehatan Tubuh Nggak Sih?

Dwiwa

Posted on April 17th 2022

Kuku panjang tengah menjadi tren utama akhir-akhir ini. Beberapa superstar seperti Cardi B dan Billie Eilish menjadi salah satu yang turut mengaplikasikan tren ini di tangannya.

Tetapi, apakah tren kuku panjang aman untuk kesehatan? Dilansir USA Today, seorang ahli biologi memperingatkan tren baru ini mungkin datang dengan bahaya kesehatan saat mempertimbangkan apa yang mungkin tumbuh di bawahnya.

Jeffrey Kaplan, seorang profesor biologi di American University, mengatakan kepada USA Today bahwa area di celah bawah kuku adalah tempat sebagian besar bakteri hidup.

"Semakin panjang kuku, semakin banyak area permukaan yang bisa ditumbuhi mikroorganisme," katanya. "Penelitian telah menemukan 32 bakteri berbeda dan 28 jamur berbeda di bawah kuku."

Kaplan mengatakan tidak peduli itu kuku palsu yang panjang, kuku alami yang panjang, kuku gel, kuku akrilik atau cat kuku. Sebab ada kemungkinan besar ini membawa mikroorganisme yang membuatnya lebih sulit untuk didekontaminasi dengan mencuci tangan atau menggosok.

Menurut Kaplan, sebuah studi menemukan MRSA, bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan infeksi serius pada pasien rawat inap, di bawah setengah dari sampel kuku yang dikumpulkan.

Selain itu, beberapa bakteri di bawah kuku juga dapat ditemukan di kulit seperti staphylococcus yang dapat menyebabkan infeksi.

"Kalian dapat menularkan bakteri kuku ke sistem tubuh dengan menggaruk, menggigit kuku, mengorek hidung, dan mengisap jari," kata Kaplan.

Dia mengatakan hal terburuk yang bisa terjadi dari bakteri dan jamur adalah infeksi kuku, yang tidak akan mengancam jiwa, tetapi bisa membuat kuku jadi rusak.

Adanya potensi bahaya kesehatan ini membuat sebagian besar, atau bahkan semua petugas kesehatan, diharuskan memiliki kuku pendek.

The New York Times bahkan melaporkan dua perawat di rumah sakit Kota Oklahoma mungkin telah menyebabkan kematian 16 bayi pada tahun 1997 dan 1998 karena bakteri ditemukan di bawah kuku panjang mereka.

Ahli epidemiologi menemukan hubungan antara kematian bayi di unit neonatal dan bakteri di bawah kuku tetapi tidak membuktikan bahwa itu adalah penyebab pastinya.

"Ketika ahli bedah menggosok (tangan) sebelum operasi dan kemudian menguji tangan mereka, selalu ada bakteri di bawah kuku dan kalian tidak bisa menghilangkannya," kata Kaplan.

Kayla Newman, seorang teknisi kuku yang berbasis di North Carolina, mengatakan kepada USA Today bahwa tidak ada kliennya yang mengalami infeksi atau "kuku jelek" dalam delapan tahun pelayanannya.

"Umumnya orang yang memiliki kuku panjang tahu cara bermanuver dengannya dan menjaganya tetap bersih," katanya. "Jika kalian menghabiskan lebih dari USD 60 untuk mempercantik kuku dan tidak menjaganya tetap bersih, itu tidak masuk akal."

Newman telah melihat tren kuku panjang tumbuh selama beberapa tahun terakhir, dan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok memamerkan desain artistik pada kuku yang panjangnya bisa lebih dari 2 inci.

Dia mengatakan keluhan paling umum yang dia dapatkan dari klien yang memiliki kuku panjang adalah kuku yang patah, terutama jika mereka baru mengikuti tren.

Newman menyarankan orang-orang dengan kuku panjang untuk secara teratur membuat janji dengan ahli kuku mereka karena kekuatan kuku dapat berubah ketika mereka tumbuh.

"Kuku adalah kemewahan yang luar biasa untuk dimiliki," katanya. "Saya mendorong orang untuk mempercantiknya karena ketika kalian melihat tangan dan terlihat bagus dan rapi apakah itu panjang atau pendek, itu membuat kalian merasa luar biasa." (*)

 

Foto: Pexels/Anete Lusina

Artikel Terkait
Interest
Studi: Facebook Ditinggalkan Anak Muda, Cowok Banyak di YouTube, Cewek di TikTok

Lifestyle
Ternyata Kalian Cuma Butuh Memakai Sabun di Tiga Bagian Tubuh Ini Setiap Hari

Tech
Spotify Uji Feed Video Pendek, Sengaja Mirip TikTok?