Sport

Sejarah! Aleix Espargaro dan Aprilia Menangi GP Pertamanya

Tora Nodisa

Posted on April 4th 2022

Foto: MotoGP.com

Sejarah! Aleix Espargaro dan Aprilia berhasil mewujudkan mimpi, dan menjadi kisah sukses yang terjadi selama gelaran MotoGP 2022. Pembalap Spanyol itu memenangkan Grand Prix Argentina, seri ketiga dari musim 2022 yang menjadi gelar pertamanya. Selain itu, sejarah juga ditorehkan oleh Aprilia. Karena setelah bertahun-tahun bekerja, akhirnya pabrikan dari Noale berada di puncak.

Hari kejayaan Aleix Espargaro akhirnya tiba. Setelah 200 kali start, Catalan de Granollers menjadi tempat baginya untuk mengakhiri semua cerita buruk. Mendapatkan gelar juara di kelas utama adalah momen yang selama ini dia mimpikan. Kakak dari Pol Espargaro yang kini berusia 32 tahun tersebut, sebelum menjuarai GP Argentina, merupakan satu-satunya dari 24 rider yang belum pernah menang sama sekali. Statistik ini selalu membebani penilaian Aleix di pasar bursa transfer pembalap setiap tahun. Banyak orang tidak melihatnya sebagai pembalap yang cukup baik, namun karena belum pernah juara, maka sering diremehkan.

Tapi cerita seperti ini sering dikaitkan dengan motor. Karena Aleix tidak pernah memiliki motor yang kompetitif. Pernah dia mencoba dengan Suzuki. Saat itu mereka memberikan yang terbaik dengan menurunkan GSX-RR untuknya. Namun karena dukungan tidak 100 persen, maka Aleix tidak bisa sepenuhnya mengembangkan motor tersebut. 

Berbeda dengan Aprila. Motor RS-GP menghabiskan bertahun-tahun untuk pengembangan. Bahkan lucunya, sampai pernah ditolak oleh beberapa pembalap. Sebut saja Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio dan Joe Roberts, yang tidak mau dikontrak oleh Aprilia. Tapi Aleix berusaha untuk menerima motor tersebut yang akhirnya berbuah manis.

Kemenangan di GP Argentina sangat emosional bagi Aleix dan Aprilia. Karena keduanya sudah bekerja keras untuk mengembangkan motor selama satu tahun terakhir. Aprilia membuktikan bahwa kualitas motornya sudah tidak boleh diremehkan lagi. Sebab, di lap-lap terakhir, Aleix dan Aprilia bisa keluar dari tekanan Jorge Martin dengan Ducatinya. 

Kembali ke balapan, saat start Aleix dan Aprilia-nya berada di belakang pembalap lain. Jorge Martin dan Ducati lebih dulu, Luca Martini, Pol Espargaro, dan Maverick Vinales dan Suzuki-nya juga berhasil mendahului Aleix. Kemudian Martin dan Aleix yang berada di grid terdepan mencoba untuk meninggalkan rombongan. Banyak masalah ynag terjadi selama balapan, seperti kecelakaan Johan Zarco, lalu Pol Espargaro, dan masalah teknis yang dialami Andrea Dovizioso dan Franco Morbidelli. 

Memasuki lima lap terakhir, Martin dan Aleix terus berada di barisan depan, dan terlibat persaingan sengit. Alex Rins di tempat ketiga tidak ada saingan, sama dengan Joan Mir di tempat keempat. Rombongan berikutnya ada Maverick Vinales dan Francesco Bagnaia memperebutkan tempat kelima. 

Di lap terakhir, Aleix sempat dua kali ingin menyalip Martin. Tapi urung dilakukan karena Ducari sangat sulit untuk dilewati. Namun di kali ketiga, Aleix berhasil take over dan memimpin hingga finis. Aleix akhirnya menjadi juara setelah 200 kali start di MotoGP. 

"Saya sangat senang. Butuh waktu lama, tetapi ini adalah balapan yang spesial, yang ke-200 saya di kelas utama. Saya merasakan banyak tekanan karena semua orang mengatakan kepada saya bahwa saya akan menang."

Terlepas dari kekuatan motor Aprilia, Aleix sudah berhasil meruntuhkan tekanan di pundaknya. Sementara itu pertarungannya dengan Martin di lap terakhir menggambarkan bahwa Aleix merupakan pembalap yang cerdas dan berpengalaman. Selain itu, kemenangan ini juga menciptakan trending topic yang baru, yakni Aprilia sudah mengalahkan Ducati. (*)

Artikel Terkait
Sport
Menangkan Duel Lap Terakhir, Enea Bastianini Juara MotoGP Aragon 2022

Sport
Penjelasan Logis Kenapa Aleix Espargaro Merasa Sudah Finis

Sport
Aleix Espargaro, Sang Pawang Aprilia