Lifestyle

3 Jenis Gaya Kelekatan Pasangan, Harus Paham biar Nggak Salah Kasih Perlakuan

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 3rd 2022

Ada orang yang mau selalu diantar ke mana-mana dan di-chat setiap saat. Namun, ada juga orang yang justru risih kalau di-chat setiap saat atau ditemani ke mana-mana. Nah, kok bisa sih ada perbedaan kayak gitu? Jawabannya ada di gaya kelekatan.

Gaya kelekatan atau attachment style adalah ekspektasi seseorang pada sebuah hubungan. Menurut Aronson et al. (2021), ekspektasi ini terbentuk melalui hubungan yang seseorang miliki dengan pengasuh saat mereka kecil. Yup, masa kecil ternyata berpengaruh sama kehidupan saat ini. Nah, ada tiga jenis gaya kelekatan.

Anxious

Orang dengan gaya kelekatan anxious memiliki kepercayaan yang rendah, sangat menginginkan kedekatan, lebih emosional, pencemburu, dan posesif. Mereka cenderung cemas tidak mendapatkan kasih sayang yang mereka inginkan dari orang lain.

Nah, untuk orang yang gaya kelekatannya anxious, kita perlu meyakinkan mereka bahwa kita selalu ada. Mereka perlu paham bahwa perasaan mereka nggak membebani kita dan mereka nggak sendirian menghadapi situasi sulit. Misalnya nih mereka baru pulang dari luar kota, tindakan yang akan bikin mereka merasa dicintai adalah menjemput mereka di bandara.

Avoidant

Orang dengan gaya kelekatan avoidant memiliki kesulitan untuk menjalin hubungan dekat. Ini karena ada pengalaman saat mereka mencari kedekatan justru tertolak, akhirnya mereka belajar untuk menekan keinginan mereka. Nggak jarang saat orang dengan gaya kelekatan ini sudah menjalin hubungan romantis, mereka masih cenderung jarak antara mereka dengan orang terkasih.

Nah, untuk orang yang gaya kelekatannya avoidant ini agak kebalikan dari anxious. Mereka justru perlu merasa bahwa otonomi mereka, kemandirian mereka, itu didukung. Misalnya nih mereka baru pulang dari luar kota, tindakan yang bikin mereka nyaman justru adalah membiarkan mereka pulang sendiri baru deh setelah itu mengobrol bareng. Mereka akan merasa dihargai kalau dibiarkan memilih pilihan mereka sendiri.

Secured

Orang yang securely attached punya tingkat kepercayaan yang tinggi, sedikit kekhawatiran akan ditinggalkan, dan memandang diri sebagai sosok yang disukai dan worthy. Mereka juga punya pandangan positif tentang hubungan, mudah dekat dengan orang lain, dan nggak tertekan dengan hubungan romantis. Menurut Santrock (2011), orang dengan gaya kelekatan ini biasanya punya hubungan yang lebih sehat dari gaya kelekatan lain.

Nah, perlakuan pada orang secured bisa berupa kombinasi dari avoidant dan anxious, tergantung situasinya bagaimana. Mereka cenderung bisa memahami apa yang dilakukan pasangan.

Kalau kamu belum tahu apa gaya kelekatan dirimu dan pasangan, kamu bisa cek melalui tes attachment style yang banyak tersedia di internet. Selain itu, penting juga untuk langsung menanyakan hal-hal apa yang si doi sukai untuk melengkapi hasil tes gaya kelekatan tadi.(*)

Gambar: Freepik

Artikel Terkait
Lifestyle
Apakah Punya Pasangan Akan Langsung Bikin Hidup Kita Lebih Bahagia?

Lifestyle
5 Langkah biar Teman Dekat atau Pacar Bisa Lebih Terbuka dengan Perasaannya

Lifestyle
5 Tips biar Pacar Sekaligus Jadi Sahabat, Hubungan Bisa Lebih Dekat