Interest

Rancang Pabrik Ramah Lingkungan, Mahasiswa UNPAR Raih 2 Juara di IChEC 2022

Dwiwa

Posted on April 1st 2022

Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Berkat rancangan pabrik yang ramah lingkungan,  mahasiswa Teknik Kimia Unpar berhasil menjadi runner-up 1 dan 2 dalam ajang Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2022.

Dilansir laman resmi Unpar, dalam kompetisi terbuka bagi mahasiswa Teknik Kimia di kawasan Asia Tenggara itu, dua kelompok mahasiswa UNPAR berhasil menyabet posisi runner-up dalam kategori Plant Design.

Kelompok pertama-KRY-yang beranggotakan Raisa Maharani Taniandina, Kemiko, dan Shafira Yasmin menang sebagai runner-up pertama dengan perancangan pabrik berjudul “Sustainable Production of Biomethanol from Biomass-Derived Syngas”.

Keunggulan perancangan pabrik ini adalah penggunaan two-stage gasification yang dapat mengurangi emisi CO2. Keunggulan lainnya yaitu pretreatment corn cobs yang menggunakan solvent DESs (choline-chloride/glycerol) yang ramah lingkungan, tidak beracun, murah, mudah didapat  dan dibuat, serta highly biodegradable.

Berdasarkan kelayakan ekonomi, total investment cost yang dibutuhkan cukup kecil. Yakni sekitar USD 41.4 juta, payback period yang berada jauh dibawah umur pabrik yakni 3,96 tahun, dan break event point sebesar 61,53 persen.

Raisa Maharani mengatakan, para dosen membantu membimbing dalam proses pengerjaan perancangan pabrik. Kompetisi plant design IChEC 2022 juga memberikan pengalaman tersendiri bagi mereka. Para juri yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki pengalaman beragam diindustri membantu timnya mengetahui sejauh mana kemampuan riri mereka.

“Cukup sulit untuk menjalankan lomba perancangan pabrik ini. Selain Dr. Jenny Novianti M. Soetedjo, S.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing, banyak dosen lain yang membantu sehingga meringankan proses pengerjaan perancangan pabrik kami,” ujar Raisa seraya berterima kasih atas bantuan Ir. Yos Tri Atmodjo, M.M. dan Dr. Tedi Hudaya, S.T., M.Eng.Sc. dalam persiapan final presentation khususnya dalam berpikir kritis.

Sementara kelompok Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR lainnya -GAD-, yang beranggotakan Tjio Gerry Sebastian Wibowo, Dennis Meidiane, dan Amadeus Vincent Widjaja menjadi pemenang runner up kedua dengan perancangan pabrik berjudul “Sustainable Bioethanol Production from Bamboo Fermentation using Zymomonas mobilis to Fulfill Indonesia’s Biofuel Agenda”.

Gerry menuturkan jika ide ini didasarkan pada potensi bambu di Indonesia yang masih cukup tinggi dan kurang dimanfaatkan untuk industri kimia. Perancangan pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bioetanol sebagai campuran bahan bakar berbasis fosisl di Indonesia.

“Kami mengalami suka duka dalam mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menciptakan ide dan menyelesaikan perancangan pabrik sesuai tema lomba. Berkat bimbingan yang diberikan oleh Putri Ramadhany, S.T., M.Sc., PDEng., Ir. Yos Tri Atmodjo, M.M, dan Angela Justina Kumalaputri, S.T., M.T., sangat membantu kami dalam penyusunan perancangan pabrik,” tutur Gerry.

Gerry mengungkapkan jika selain mendapatkan kemenangan, banyak keuntungan yang didapat dengan mengikuti kompetisi ini. Di antaranya daya pikir menjadi lebih kritis, belajar manajemen waktu serta mengasah penyelesaian konflik dalam kelompok selama persiapan dan pelaksanaan lomba. (*)

 

 

Foto: Laman resmi Universitas Katolik Parahyangan

Related Articles
Interest
Tim Mahasiswa UGM Juara Kompetisi Tender Perancangan Gedung Ramah Lingkungan

Interest
Optimalkan Robot dengan AI, Tim Polar’s Bot UNAIR Raih Prestasi Internasional

Interest
SKALASI, Aplikasi Gagasan Mahasiswa ITS untuk Optimalkan Persiapan Kerja