Lifestyle

Suka Minum Air Lemon Setiap Hari? Ini yang Bakal Terjadi Pada Tubuh Kamu

Dwiwa

Posted on March 27th 2022

Ada yang rutin minum segelas air lemon setiap pagi? Ritual ini telah menjadi sebuah tren tersendiri dalam beberapa waktu terakhir. Kebiasaan ini pun disebut memiliki banyak manfaat seperti menurunkan berat badan hingga membuat kulit bercahaya.

Dilansir dari Eat This, Not That!, air lemon – yang merupakan campuran air dan jus lemon – merupakan minuman yang menyegarkan. Minum air lemon terutama terkait dengan diet basa.

Diet ini berteori bahwa makan makanan yang mengandung alkali dapat menyeimbangkan tingkat pH kita dan mencegah berbagai macam penyakit. Meskipun jus lemon secara alami memiliki pH rendah dan dianggap asam sebelum dikonsumsi, itu sebenarnya bersifat alkali setelah dikonsumsi.

“Meskipun pH-nya rendah, jus lemon dianggap pembentuk basa karena setelah dimetabolisme meninggalkan abu (limbah metabolisme) basa di dalam tubuh,” jelas ahli gizi terdaftar Lauren O'Connor, RDN, pemilik Nutri Savvy Health dan penulis The Healthy Alkaline Diet Guide.

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk membuktikan teori ini, abu asam – dibanding abu basa – mungkin meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti osteoporosis. Sebaliknya, abu basa dianggap protektif mencegah dampak kesehatan negatif.

Makan lebih banyak makanan yang bersifat basa dalam tubuh dianggap membuat tubuh seseorang menjadi “bersifat basa” dan karena itu menawarkan perlindungan. Makanan basa tidak terbatas pada air lemon, tetapi juga termasuk buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan lainnya.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh ketika kita rutin minum air lemon setiap hari?

1. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Air lemon memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Jus dari satu buah lemon mengandung 18 mg  vitamin C. Sebagai referensi, orang dewasa membutuhkan antara 75 dan 130 mg vitamin C tergantung dari jenis kelamin dan usia. Memulai hari dengan tambahan vitamin C dari jus lemon membantu pertahanan kekebalan tubuh.

2. Mungkin memperburuk gejala refluks

“Lemon secara alami bersifat asam dengan pH antara 2 dan 3. Itu adalah berita buruk bagi penderita refluks asam karena makanan asam memicu mulas dan dapat mengiritasi tenggorokan yang sudah meradang (gejala refluks senyap),” jelas O’Connor.

3. Bisa menurunkan risiko batu ginjal

Sitrat, garam dalam asam sitrat, mengikat kalsium dan membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Buah dan jus jeruk adalah sumber alami sitrat makanan. Dari semua jus jeruk, jus lemon tampaknya memiliki konsentrasi tertinggi dari garam pemblokir batu ginjal ini.

Data menunjukkan bahwa mereka yang berisiko terkena batu ginjal dan mengonsumsi jus lemon secara konsisten mengalami penurunan tingkat batu ginjal jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi jus lemon. Sebagai catatan, sebagian besar data yang meneliti hubungan antara asupan jus lemon dan batu ginjal menggunakan subjek yang minum lemonade dan bukan jus lemon murni.

4. Bisa membuat tetap terhidrasi

Banyak orang yang tidak sadar tubuhnya mengalami dehidrasi. Orang yang mengalami dehidrasi mungkin mengalami sembelit dan pusing bersama dengan gejala lain dari tidak minum cukup air.

Minum air lemon memasukkan cairan ke dalam sistem tubuh – salah satu cara terbaik untuk memerangi dehidrasi. Jika kalian menambahkan jus lemon ke dalam air hanya karena menikmati rasanya yang segar, dan itu membuat kalian minum lebih banyak cairan, maka lakukanlah.

5. Dapat menyebabkan erosi gigi

"Setiap minuman asam seperti air lemon akan mengikis email gigi dari waktu ke waktu," jelas Jack Hirschfeld, DDS, seorang instruktur klinis di Fakultas Kedokteran Gigi Lake Erie College of Osteopathic Medicine's School of Dental Medicine.

Jika kalian perlahan mengikis enamel – atau lapisan luar gigi – kalian mungkin membuat gigi menjadi lebih sensitif atau rentan terhadap gigi berlubang di kemudian hari.

Foto: Pixabay

Artikel Terkait
Lifestyle
Diet Populer Ini Ternyata Buruk Bagi Kesehatan, Ada yang Pernah Ikutan?

Lifestyle
Studi Tidak Temukan Manfaat Diet Puasa Intermiten, Masihkah Boleh Dilakukan?

Lifestyle
Normalnya, Seberapa Sering Sih Harusnya Kita BAB?