Current Issues

PPLN Tak Lagi Perlu Karantina Asal Negatif Covid dan Vaksin Lengkap

Dwiwa

Posted on March 25th 2022

Ada kabar gembira lagi nih buat pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pasalnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 15 Tahun 2022 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam keterangannya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan dalam SE terbaru ini mengizinkan PPLN (WNI/WNA) memasuki Indonesia tanpa karantina. Tetapi syaratnya, mereka diwajibkan untuk mendapatkan hasil negatif saat tes ulang RT-PCR saat kedatangan di pintu masuk (entry point).

“Bagi PPLN yang telah divaksin dosis kedua atau ketiga seminimalnya 14 hari sebelum keberangkatan, dan mendapatkan hasil negatif RT-PCR, maka diperkenankan melanjutkan perjalanan,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers, Kamis (24/3) di Jakarta.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan lebih lanjut soal pengaturan PPLN tersebut. Dia mengatakan, intinya adalah bisa sudah vaksin lengkap atau booster, bebas karantina, tetapi tetap swab PCR saat di pintu masuk kedatangan.

PPLN diwajibkan menunggu hasil negatif dari pemeriksaan ulang (entry test) sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan. PPLN bisa menunggu hasil di hotel, tempat akomodasi penginapan, atau tempat tinggal. Selama menunggu hasil keluar, PPLN tidak dibolehkan meninggalkan tempatnya atau berinteraksi dengan orang lain sebelum dinyatakan negatif berdasarkan RT-PCR.

Jika hasilnya negatif, diizinkan melanjutkan perjalanan. Meski begitu, mereka dianjurkan memantau kesehatan secara mandiri selama 14 hari berikutnya. Protokol kesehatan juga harus diterapkan secara ketat.

Hal yang sama juga diberlakukan kepada PPLN dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit penyerta (komorbid) sehingga belum dapat divaksin Covid-19. Tetapi, mereka wajibmenyertakan surat keterangan dari Rumah Sakit Pemerintah negara asal keberangkatan.

Tetapi, ada aturan tambahan bagi PPLN yang belum bisa divaksin atau baru menerima vaksin dosis pertama. “Bila belum vaksin lengkap, maka harus karantina 5x24 jam dan swab PCR saat entry dan exit,” kata Wiku.

PPLN dengan dosis pertama minimal 14 hari sebelum keberangkatan, wajib karantina 5x24 jam, meskipun dinyatakan negatif berdasarkan RT-PCR saat entry test. Mereka juga wajib tes RT-PCR kedua (exit test) pada hari ke-4 karantina. Apabila hasilnya negatif, maka PPLN diizinkan melanjutkan perjalanan dan memantau kesehatan secara mandiri selama 14 hari berikutnya.

Disamping itu, terdapat ketentuan vaksinasi bagi PPLN (WNI/WNA) yang belum divaksin. PPLN dapat divaksinasi di Bandara setelah RT-PCR saat kedatangan atau divaksinasi di tempat karantina setelah RT-PCR kedua.

Untuk anak berusia 6-17 tahun, dapat divaksinasi di bandara atau di tempat karantina diberlakukan. Hal yang sama berlaku juga bagi pemegang izin tinggal diplomatik/dinas, dan pemegang KITAS/KITAP.

Sebelumnya, PPLN hanya dapat divaksinasi di tempat karantina saja dan untuk anak hanya diberikan kepada yang berusia 12 -17 tahun. Wiku menjelaskan perubahan ini dikarenakan Indonesia sudah bisa memberikan vaksin untuk anak diatas usia 6 tahun.

Selain itu, aturan terkait PPLN khusus perjalanan wisata dihapus dan mengikuti pengaturan PPLN umum. Aturan dispensasi bagi WNA juga dihapus.

Karena kewajiban karantina bagi PPLN dengan vaksin dosis kedua atau ketiga sudah tidak diberlakukan, Wiku mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dan menyikapi secara bijak peraturan dalam SE tersebut. (*)

 

Foto: Pexels/Matthew Turner

Artikel Terkait
Current Issues
Hore! Kompetisi Olahraga Sudah Bisa Disaksikan Penonton, Ini Syaratnya...

Current Issues
Meski Kasus Covid-19 Sudah Landai, Masyarakat Tetap Diminta Suntik Booster

Current Issues
Moderna Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 untuk Omicron Pada Orang Dewasa