Interest

Peduli Pelaku Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Unair Raih Peringkat II Lomba Inovasi

Dwiwa

Posted on March 24th 2022

Salsabil Rifqi Qatrunnada, Lioni Nur Mahfudah, dan Naufal Hanif Ramadhan sedang menunjukan hasil karyanya mengenai strategi HEXA-HELIX.

Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil memboyong juara II pada SMART INNOVATION BOYOLALI 2022 (SMARTBoy) yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Boyolali. Prestasi ini mereka raih berkat karya inovasi mengenai strategi HEXA-HELIX.

Dilansir Unair News, inovasi tersebut digagas oleh Salsabil Rifqi Qatrunnada, Lioni Nur Mahfudah, dan Naufal Hanif Ramadhan. Keprihatinan mereka terhadap sektor pariwisata di Indonesia yang terdampak cukup parah selama pandemi Covid-19 menjadi pemicu lahirnya gagasan tersebut.

Lioni menuturkan bahwa HEXA-HELIX merupakan kolaborasi baru dengan melibatkan berbagai aggregator seperti inkubator, enabler, akselerator, hingga lembaga keuangan. Kolaborasi itu diharapkan dapat meningkatkan sektor ekonomi kreatif di Kota Surabaya dengan prinsip kota kreasi.

Framework HEXA-HELIX menjadi kunci sinergi multi stakeholders yang dilakukan dengan melibatkan keseluruhan pelaku ABCGM+aggregator, melalui pendekatan connect, collaborate, dan commerce,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) tersebut.

Dia menambahkan, inovasi HEXA-HELIX dengan prinsip kota kreasi, memiliki delapan strategi, diantaranya, Forum Lintas Komunitas, Komite Ekonomi Kreatif, Indeks Kota Kreatif, Musrenbang Ekonomi Kreatif, Navigasi Pembangunan, Branding Kota, Festival Komunitas, dan juga Badan Usaha Milik Warga.

Mahasiswi yang akrab disapa Oni itu pun menjelaskan bagaimana cara ia dan timnya mengembangkan ide inovasi dalam mengikuti perlombaan itu. Menurutnya, dia dan teman-temannya pernah berkesempatan menjadi tim penulis kajian masterplan untuk ekonomi kreatif di Surabaya. Mereka juga diamanahkan menjadi fasilitator pada workshop urun rembug penggiat ekonomi kreatif Surabaya.

“Jadi dengan memanfaatkan pengalaman itu, kita bisa mengembangkan ide buat lomba inovasi ini,” tambahnya.

Meski begitu, tentu saja ada proses panjang yang tidak selalu mulus yang harus dihadapi. Kesibukan magang dan organisasi yang dijalani, membuat waktu diskusi terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal. Bagi ia dan tim, setiap kesempatan untuk diskusi haruslah menghasilkan progres yang signifikan.

“Jadi karena pada sesibuk itu dan kita cuma kosong di malam hari, kita tetap semangat mengerjakan malam-malam itu, bahkan kita mengerjakan sambil zoom sampai tidak tidur seharian,” jelasnya.

Oni juga menyampaikan bahwa sebagai pemuda, kita harus memberikan kontribusi walaupun hanya sedikit. “Mungkin saja dari kontribusi kecil kamu, bisa memberikan manfaat yang besar, kita ngga ada yang tau kalo ngga mencoba,” tutupnya. (*) 

 

Foto: Unair News

Artikel Terkait
Interest
Mahasiswa Unair Gagas SEEKER, Aplikasi untuk Tangani Kekerasan Seksual

Interest
Inovatif, Mahasiswa Unair Buat Deodorant Spray Alami dari Ekstrak Bintang Laut

Interest
Manfaatkan Daun Anting-Anting untuk Asam Urat, Mahasiswa Unair Raih 2 Prestasi