Interest

Tiga Mahasiswa Unair Sabet Dua Penghargaan Nasional Bidang Teknologi

Dwiwa

Posted on March 23rd 2022

Sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia, tidak heran jika mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) sering memboyong prestasi tingkat nasional. Terbaru, tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM),  Unair menyabet dua gelar sekaligus dalam kejuaraan tingkat nasional.

Dilansir dari Unair News, ketiganya adalah Agustina Oktafiani dan Muhammad Fahrizal Himawan, mahasiswa program studi Rekayasa Nanoteknologi 2020, serta Dzurriyatina Qurrota A’yun, mahasiswi Teknik Industri 2020. Berkat inovasi panel surya, mereka berhasil menyabet dua gelar juara. Yakni, juara II dalam Call for Paper Poster Geology and Mineral Technology oleh UPN “Veteran” Yogyakarta dan Gold Award III Nasional di Research Education Festival (REF).

“Paper kami berjudul Potensi Co, S, Ni Sebagai Counter Electode Dan Ce, Ti Sebagai Fotoanoda Pada Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Yang Rendah Biaya, Efisien Tinggi, dan Ramah Lingkungan untuk Pemenuhan Energi Indonesia di Yogyakarta. Sedangkan untuk REF, kami membawakan judul Pemanfaatan Potensi Mineral Co, S, Ni Sebagai Counter Elektrode dalam Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) untuk Pemenuhan Energi yang Berkelanjutan, Berefisien Tinggi, Ramah Lingkungan Rendah Biaya bagi Indonesia,” ujar Agustina selaku perwakilan tim.

Call for Paper Poster Geology and Mineral Technology diselenggarakan pada Senin (10/1/2022) hingga Rabu (2/3/2022). Sedangkan Research Education Festival (REF) digelar pada Selasa (21/12/21) sampai Minggu (30/1/2022). Keduanya dilaksanakan secara daring.

“Kami mengulas tentang kobalt, sulfur, dan nikel sebagai counter electrode pada panel surya. Ketiga sumber daya alam tersebut sangat banyak jumlahnya di Indonesia, memiliki harga yang terjangkau, dan ramah lingkungan,” terang Agustina.

Untuk bisa mencapai kesuksesan tersebut, ketiganya sempat mengalami sejumlah tantangan. Waktu dua minggu yang dihabiskan untuk mengerjakan paper juga tidak selalu berjalan mulus.

“Kami terlebih dahulu menyusun abstrak. Barulah membuat paper secara penuh dengan mengembangkan pembahasan pada abstrak. Setelah lolos sampai tahap final, kami mempresentasikan ide yang tertuang pada paper tersebut,” kata Agustina.

Salah satu tantangan dalam proses ini adalah sulitnya membagi waktu. Apalagi, kompetisi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan jadwal kuliah ketiganya yang cukup padat. Selain itu, kondisi yang mayoritas masih daring, mengakibatkan koordinasi mereka terbatas.

“Untung, segala proses dan kendala dapat kami lewati dengan baik. Itu juga karena pada dasarnya kami sama-sama memiliki minat dalam bidang energi. Sehingga mendorong kami untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral di Indonesia melalui paper ini,” tutur Agustina.

Karena itu, melalui minat dan paper tersebut, Agustina menuturkan bahwa dirinya dan tim ingin terus mengembangkan energi di Indonesia. Khususnya pada lingkup panel surya.

“Selain itu, kami memiliki tekad untuk menambah pengalaman melalui kompetisi ini. Kami berusaha semaksimal mungkin dalam kerja sama tim agar beban semakin berkurang. Tidak lupa, ada dosen pembimbing kami, yakni Tahta Amrilah SSi MSc PhD yang senantiasa menjadi penguat kami,” ungkap Agustina.

 

Foto: Unair News

Artikel Terkait
Interest
Inovatif, Mahasiswa Unair Buat Deodorant Spray Alami dari Ekstrak Bintang Laut

Interest
Inovatif! 3 Mahasiswa Unair Ciptakan Bahan Bakar Alternatif Dari Sekam

Interest
Tiga Mahasiswa Unair Gagas Ide Smartwatch untuk Cegah Kekerasan Seksual