Lifestyle

Agar Lebih Nyenyak, Ini Mitos dan Fakta Soal Tidur yang Perlu Kalian Tahu

Dwiwa

Posted on March 22nd 2022

Setiap orang menginginkan untuk selalu bisa tertidur nyenyak di malam hari. Tetapi CNN melaporkan, sebuah studi mengungkap jika kebanyakan dari kita mempraktikkan kebiasaan tidur yang buruk tanpa menyadarinya. Jika dibiarkan terus menerus, ini bisa menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Di sekitar kita pun, sering terdengar saran-saran tentang cara untuk tidur nyenyak. Sayangnya, tidak semua saran tersebut merupakan sebuah fakta yang didasarkan pada sains. Lalu, apa saja mitos dan fakta soal tidur yang sering ada di sekitar kita?

Berbaring lama di tempat tidur akan membuatmu terlelap

Ini adalah mitos. Para ahli mengatakan jika berbaring di tempat tidur, bahkan dengan mata tertutup, lebih dari 15 hingga 20 menit adalah salah satu hal terburuk yang bisa kalian lakukan. Pasalnya, ini melatih otak untuk mengasosiasikan tempat tidur dengan kurang tidur. Michael Grandner, seorang psikolog klinis dan ahli tidur mengatakan kepada CNN jika ini dapat memicu insomnia kronis.

“Ini berlawanan dengan intuisi, tetapi menghabiskan waktu di tempat tidur dalam keadaan terjaga mengubah tempat tidur menjadi kursi dokter gigi,” ujar Grandner, yang memimpin program penelitian tidur dan kesehatan di University of Arizona dan Behavioral Sleep Medicine Clinic di Banner-University Medical Center di Tucson, Arizona.

Tidak boleh bermain ponsel jika terbangun di malam hari

Ini adalah fakta. Menurut para ahli, menyingkirkan smartphone (atau perangkat listrik apa pun yang memancarkan cahaya biru atau blue light) dari kamar tidur sekitar satu jam sebelum tidur dan sepanjang malam adalah rahasia dari tidur nyenyak.

Cahaya menyebabkan tubuh berhenti memproduksi meletonin, bantuan tidur alami pada tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa cahaya biru sangat beracun untuk tidur.

Jadi ketika kalian bangun tidur setelah 20 menit kurang tidur, hindari cahaya terang, menonton TV atau melihat media sosial. Sebaliknya, biarkan lampu temaram dan lakukan sesuatu yang tidak penting, misalnya melipat kaos kaki.

Tidak boleh membiarkan anjing atau kucing tidur di tempat tidur

Untuk kasus ini ternyata jawabannya bisa berbeda. Bahkan para ahli juga tidak terlalu yakin. Tetapi baru-baru ini, beberapa ahli melihat adanya manfaat berpelukan dengan hewan peliharaan di tempat tidur. Setidaknya untuk sekelompok orang tertentu.

Dr. Raj Dasgupta, ahli tidur dan profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine di University of Southern California, mengatakan dalam beberapa kasus, orang dengan kecemasan, depresi atau PRSD bisa mendapatkan manfaat dari tidur dengan hewan peliharaan di tempat tidur.

"Untuk orang-orang dengan kecemasan, depresi, atau stres pasca-trauma, memiliki teman tidur dapat membantu mendorong tidur," ujarnya.

Penelitian menunjukkan anak-anak juga dapat tidur nyenyak dengan hewan peliharaan yang menemani mereka. Tetapi orang-orang yang tidur nyenyak mungkin mendapati tidur mereka terganggu karena terlalu banyak terbangun sebentar, yang dapat berbahaya bagi kesehatan.

Dalam kasus tersebut, pemilik hewan peliharaan mungkin merasa perlu untuk menjaga hewan peliharaan di lantai pada malam hari atau melarang mereka masuk kamar tidur sepenuhnya.

Berolahraga di malam hari akan mengganggu tidur

Dasgupta mengatakan itu adalah mitos yang dulu menjadi fakta "di masa lalu,".

"Sekarang data menunjukkan bahwa berolahraga kapan saja lebih baik daripada tidak berolahraga karena semua manfaat medisnya, dan itu membantu mengurangi stres, yang membantu tidur," katanya. Meski begitu, latihan ekstrem seperti latihan tipe atlet Olimpiade sangat tidak disarankan dilakukan sebelum tidur.

Sebuah studi tahun 2011 menemukan orang-orang yang berolahraga selama 35 menit tepat sebelum tidur akan tidur sama baiknya seperti pada malam ketika mereka tidak berolahraga sama sekali. Jika berolahraga di malam hari memang memengaruhi tidur, para ahli menyarankan untuk berolahraga lebih awal di malam hari sehingga detak jantung dan suhu tubuh dapat kembali normal sebelum pergi tidur.

Dasgupta mengatakan waktu yang tepat untuk berolahraga yakni di pagi hari dan di luar Saat cerah. Dia menjelaskan jika ini mengatur ulang ritme sirkadian dan memulai hari dengan semangat.  Tetapi jika olahraga malam hari adalah yang terbaik untuk kalian, tidak apa-apa.

Kalian bisa membalas kurang tidur di akhir pekan

Mitos ini banyak dipercayai orang. Sayangnya, sains mengatakan kita salah. Para ahli mengatakan kita mungkin merasa lebih baik setelah tidur pada hari Sabtu atau Minggu pagi, tetapi itu akan merugikan kesehatan tidur kita secara keseluruhan.

Mengubah waktu bangun dan waktu tidur kita di akhir pekan (atau hari ke hari), ritme tidur kita tidak dapat diprediksi, yang dapat mengubah ritme sirkadian tubuh.

Sebagai gantinya, pergilah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan, liburan, atau setelah malam kurang tidur.

"Otak menyukai keteraturan dan prediktabilitas," ujar Grandner. "Bangun pada waktu yang sama setiap hari dan kemudian menambahkan cahaya dan gerakan segera setelah bangun akan mengatur ritme kalian yang lain untuk hari itu dan memberi peningkatan energi dan suasana hati." (*)

Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Related Articles
Interest
Mengapa Kita Sulit Tidur Saat Cuaca Panas?

Lifestyle
Pasang Banyak Alarm Tapi Tetap Gagal Bangun Pagi? Coba Ganti Pakai Aplikasi Ini

Lifestyle
Mandi Air Hangat sebelum Tidur Bisa Jadi Solusi Kalau Kamu Susah Relax