Tech

Berkat iPhone, Penjualan Smartphone 5G di Awal 2022 Geser Posisi Ponsel 4G

Jingga Irawan

Posted on March 21st 2022

Penjualan smartphone 5G telah melampaui perangkat 4G untuk pertama kalinya pada Januari 2022. Jumlahnya sekitar 51 persen dari total penjualan global.

Sebuah studi baru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa Apple merupakan salah satu brand yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tersebut. Menurut laporannya, naiknya minat terhadap 5G merupakan hasil dari peluncuran Apple seri iPhone 12 pada tahun 2020 silam.

"Setelah Apple beralih ke 5G pada Oktober 2020 dengan iPhone 12 Series, Amerika Utara dan Eropa Barat melihat peningkatan alami dalam penetrasi penjualan smartphone 5G. Wilayah-wilayah ini diperkirakan akan terus berkontribusi besar terhadap penjualan 5G secara global," kata Counterpoint.

Ketertarikan konsumen terhadap 5G sebenarnya dimulai pada tahun 2019, ketika Samsung meluncurkan Galaxy S10 5G. Perangkat itu merupakan smartphone pertama yang tersedia secara komersial yang mendukung standar tersebut.

Sementara itu, Tiongkok – negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan terpadat – memiliki minat 5G tertinggi secara global. Negeri Panda itu mengalami peningkatan sebesar 84 persen pada Januari, di tengah dorongan operator telekomunikasi lokal dan kesiapan produsen peralatan asli (OEM) untuk memasarkan smartphone 5G dengan harga yang terjangkau.

Menurut studi Counterpoint, wilayah Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika Latin adalah area fokus berikutnya bagi OEM untuk meningkatkan penggunaan 5G. Perangkat 5G harga murah adalah "titik manis" untuk wilayah tersebut, yang saat ini didominasi oleh 4G.

GSMA memperkirakan bahwa akan ada dua miliar koneksi 5G pada tahun 2025, dengan tingkat adopsi tertinggi di negara-negara maju Asia-Pasifik (64 persen), Amerika Utara (63 persen), dataran Tiongkok (52 persen) dan negara-negara Arab ( 49 persen).

Sementara itu, biaya semikonduktor yang lebih rendah juga membantu industri seperti Qualcomm dan MediaTek menawarkan chip yang lebih terjangkau. Dengan begitu akan menurunkan biaya smartphone kelas menengah berkemampuan 5G.

Di Amerika Utara dan Eropa Barat, penjualan iPhone 5G diperkirakan akan terus meningkat.

Permintaan juga dipercepat oleh pengguna iPhone yang berniat mengganti perangkat baru setelah bertahun-tahun mempertahankan iPhone lama. Bagi sebagian besar pengguna, periode penyimpanan dipatok pada empat tahun, yang merupakan siklus penggantian rata-rata untuk iPhone.

Selain itu, pengenalan 5G sangat dinanti berkat kecepatan yang ditawarkan. Bahkan disebut 20 kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan 4G dan cakupan luas. Itu termasuk teknologi era baru seperti kecerdasan buatan (AI), realitas virtual, dan blockchain.

Dalam laporan terpisah, Counterpoint mengatakan bahwa Realme tahun lalu merupakan vendor perangkat 5G yang tumbuh paling cepat, membukukan lonjakan pengiriman 165 persen selama akhir tahun 2021.

Samsung, produsen ponsel terbesar di dunia, berada di urutan berikutnya dengan pertumbuhan 109 persen, diikuti oleh mantan sub-merek Xiaomi dan Huawei Honor (98 persen), Vivo (55 persen), Oppo (42 persen) dan Apple (30 persen).(*)

Related Articles
Tech
Segera Rilis, iPhone 13 Bisa Terkoneksi dengan Satelit?

Tech
Xiaomi Salip Apple sebagai Vendor Smartphone Terbesar Kedua di Dunia

Tech
Android Sering Terasa Sangat Panas? Ini Mungkin Penyebabnya