Interest

Keren, Start Up Buatan Mahasiswa UB Masuk Forbes 30 Under 30

Dwiwa

Posted on March 19th 2022

: Tubagus Syailendra dan Ashab Alkahfi.

Start up buatan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil masuk Forbes 30 Under 30. Start up yang diberi nama “Chickin” ini berhasil mengantarkan dua pendirinya ke dalam daftar bergengsi tersebut.

Dilansir laman resmi UB, Chickin Indonesia (Chickin) dibangun oleh Ashab Alkahfi (Agroekoteknologi FP) sebagai President, Tubagus Syailendra (Hubungan Internasional FISIP) sebagai CEO, dan Ahmad Syaifullah (Sistem Informasi FILKOM) sebagai Chief Technology Officer.

Proyek pembuatan startup tersebut telah dimulai sejak mereka duduk di bangku kuliah pada semester dua. Teknologi modernisasi peternakan ini merupakan binaan Direktorat Inovasi dan Ikubator Bisnis (DI2B) Universitas Brawijaya.

“Awal kami riset dan development di daerah Klaten Jawa Tengah. Di sana kita jadi peternak, lalu membangun kandang dan mulai usaha ternak ayam sampai akhirnya ketemu banyak permasalahan yang dihadapi peternak lokal. Dari situ kita mencoba solve problem dengan menggunakan teknologi,” kata Ashab.

Ashab menjelaskan, dengan menggunakan Chickin peternak tidak perlu melakukan pengontrolan iklim kandang ayam secara manual. Mereka hanya perlu melakukan pemantauan dari rumah.

“Peternak ayam bisa melakukan climate control dari rumah. Dengan teknologi ini, peternak bisa memasukkan data seperti sarana produksi peternak atau sapronak, data harian, dan data penjualan, sehingga performa lebih terukur dan dapat meminimalisir resiko melalu tindakan preventif”, katanya.

Ada sejumlah fitur yang disematkan pada Chickin Apps. Di antaranya adalah kelola kandang, kelola data kandang, dan konfigurasi IoT yang bisa disesuaikan dengan keadaan cuaca, suhu dan kelembaban serta umur ayam.

Ashab berharap nantinya Chickin bisa memberikan dampak positif yang lebih banyak bagi peternak. Chickin Indonesia berkomitmen memanfaatkan teknologi untuk meminimalisiasi penggunaan antibiotik pada ayam organik dengan mengendalikan suhu kandang dan memberi pembinaan pada peternak ayam secara cuma-cuma untuk memodernisasi peternak ayam.

Chickin sendiri telah diunduh ribuan peternak ayam di Indonesia. Melalui IoT & AI Chickin diklaim dapat meningkatkan produktivitas peternak hingga 25 persen lebih tinggi. Selain itu, Chickin juga sudah bermitra dengan 14 rumah potong dan 100 industri makanan sebagai penyuplai daging ayam.

Perkembangan bisnis Chikin tercatat tumbuh 22 kali dalam 10 bulan terakhir. Mereka bahkan telah menutup putaran pendanaan seed round sebesar Rp35 miliar dengan 3 investor global. Bahkan di akhir 2022, mereka menargetkan peningkatan omset sebesar Rp500 milyar dengan 10 juta ekor ayam yang diberdayakan setiap bulannya.

Keberhasilan ini pun membuat dua pendirinya, Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra masuk ke dalam Forbes 30 Under 30. Keren ya!

 

Foto: Dokumentasi Forbes via ub.ac.id

Related Articles
Interest
Aplikasi Islami Bawa Mahasiswa FILKOM Jadi Runner Up di DINUSFEST

Interest
Tiga Tim Inovator UB Lolos Masuk 113 Inovasi Indonesia

Interest
Berkat Aplikasi Learnesia, Mahasiswa FISIP Sabet Emas di Ajang Internasional