Tech

Terlewat Cek Email dari Pengadilan Negara Brasil Mengakibatkan Telegram Diblokir

Jingga Irawan

Posted on March 19th 2022

Drama salah kirim atau lupa cek email tak hanya terjadi di kalangan mahasiswa dan dosen. Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov baru saja mengeluarkan pernyataan tentang alasan di balik Mahkamah Agung Brasil yang menangguhkan aplikasinya. Ternyata, perusahaan layanan pesan itu memeriksa alamat email yang salah.

Menurut Pavel Durov, perusahaan meminta pengadilan untuk mengirim permintaan penghapusan ke alamat email khusus. Tapi pengadilan tak melakukan itu dan malah menggunakan alamat email tujuan umum yang lama. Sehingga Telegram melewatkannya, dan aplikasi tersebut diblokir di Brasil.

Sekarang, perusahaan mengatakan sedang mencoba untuk memperbaiki situasi dengan pengadilan. Pasalnya, ada banyak konteks politik seputar larangan tersebut, yang berasal dari tuduhan kalau Telegram memfasilitasi penyebaran misinformasi. Berikut adalah pernyataan penuh dari Pavel Durov:

“Tampaknya kami memiliki masalah dengan email antara alamat perusahaan telegram.org kami dan Mahkamah Agung Brasil. Akibat miskomunikasi ini, Pengadilan memutuskan untuk melarang Telegram karena tidak responsif.

Atas nama tim kami, saya meminta maaf kepada Mahkamah Agung Brasil atas kelalaian kami. Kami pasti bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik.

Kami mematuhi keputusan pengadilan sebelumnya pada akhir Februari dan menanggapi dengan saran untuk mengirim permintaan penghapusan di masa mendatang ke alamat email khusus. Sayangnya, tanggapan kami pasti hilang, karena Pengadilan menggunakan alamat email tujuan umum yang lama dalam upaya lebih lanjut untuk menghubungi kami.

Akibatnya, kami melewatkan keputusannya pada awal Maret yang berisi permintaan penghapusan lanjutan. Untungnya, kami sekarang telah menemukan dan memprosesnya, mengirimkan laporan lain ke Pengadilan hari ini.”

Sebelumya, Hakim Agung Brasil Alexandre de Moraes telah memerintahkan Apple dan Google untuk membantu memblokir akses ke aplikasi Telegram di dalam negeri. Perintah yang diturunkan pada Jum’at (18/3), menuntut agen telekomunikasi Brasil Anatel secara resmi menangguhkan Telegram hingga mematuhi pemerintah dan membayar serangkaian denda.

Berita itu menyusul tuduhan bahwa Telegram telah gagal mencegah pengguna menyebarkan disinformasi karena aplikasi itu dianggap dekat dengan Presiden Jair Bolsonaro. Saat ini, Makhamah Agung Brasil dan Bolsonaro sedang dalam situasi perang politik.

Pihak berwenang Brasil mengancam akan menangguhkan Telegram awal tahun ini, dengan mengatakan Telegram tak menanggapi permintaan untuk memerangi informasi pemilu yang salah.

Telegram pada bulan Februari telah menghapus tiga channel dari blogger Brasil yang berbasis di AS, Allan dos Santos. Ia seorang pendukung Bolosnaro yang akunnya di-takedown karena diduga menyebarkan misinformasi dan menghasut kekerasan.

Namun, menurut Associated Press, Moraes mengatakan perusahaan itu tak kooperatif dengan pihak berwenang. Perintah itu tampaknya memberi Apple, Google, dan operator telepon lokal lima hari untuk memblokir Telegram, sementara Anatel memiliki 24 jam untuk menerapkan penangguhan resmi.(*)

Foto: Pixabay

Related Articles
Tech
Warga Ukraina Punya App Khusus, Bisa Lapor ke Pemerintah Jika Ada Tentara Rusia

Tech
Telegram Rilis Fitur-Fitur Baru, Salah satunya, Grup dengan Anggota Tak Terbatas

Tech
Telegram Rilis Fitur Voice Chat 2.0, Mirip Clubhouse