Current Issues

WHO Izinkan Rapid Tes Antigen Mandiri, Bagaimana dengan di Indonesia?

Dwiwa

Posted on March 18th 2022

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis panduan tentang rapid test antigen untuk pengujian secara mandiri pada minggu lalu. Ini berarti, negara-negara bisa membuat kebijakan mengizinkan masyarakat untuk melakukan rapid test antigen secara mandiri.

Dalam situs resminya, WHO menjelaskan jika rapid test antigen bisa dilakukan oleh individu. Mereka bisa mengumpulkan spesimen secara mandiri, melakukan rapid test sederhana, dan menerjemahkan sendiri hasil tes.

Menurut WHO, risiko dari rapid test Covid-19 secara mandiri lebih kecil dibanding dengan manfaatnya. Bahkan mereka menyebut jika akurasi yang diperoleh bisa sama dengan pengumpulan sampel oleh tenaga profesional.

Meski WHO sudah memberikan lampu hijau untuk tes Covid-19 mandiri, tetapi tampaknya di Indonesia cara itu masih belum akan dilakukan. Dalam keterangan pers pada Kamis di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan saat ini pengujian masih dilakukan tenaga profesional.

Dia menjelaskan jika hal ini dilakukan karena pengujian menggunakan metode swab membutuhkan kehati-hatian. Penggunaan tenaga profesional bertujuan untuk mendapatkan hasil yang akurat ataupun mencegah terjadinya luka pada area tertentu misalnya pada saluran pernapasan.

"Tetapi, Jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri pastikan sudah cukup handal melakukannya dan pertimbangkan pula pengelolaan limbah medis setelah menggunakannya," jelas Wiku saat ditanya media dalam acara yang sama seperti dilansir dari covid19.go.id.

Wiku juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika memilih alat tes rapid antigen. Alat yang dibeli harus dipastikan terdaftar secara resmi izin edarnya dari Kementerian Kesehatan. Ini penting agar kualitas dan akurasinya terjamin.

Disamping itu, Pemerintah Indonesia sangat terbuka dengan berbagai upaya yang dapat meningkatkan aksesibilitas testing yang merata bagi masyarakat. Situasi saat ini juga diharapkan akan memacu lebih banyak peneliti dan inovator di Indonesia berlomba-lomba menghasilkan alat skrining maupun diagnostik Covid-19 yang lebih mudah digunakan.

Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jika pihaknya masih mempersiapkan aturan rapid test antigen mandiri. Meski begitu, sampai saat ini belum ada kebijakan yang mengatur rekomendasi tes Covid-19 mandiri di rumah. Aturan yang berlaku, pemeriksaan masih disarankan dilakukan tenaga medis dan di fasilitas kesehatan atau laboratorium yang memenuhi syarat.(*)

Foto: Pexels/Greenvalley

Related Articles
Current Issues
Mengenal Metode Tes Air Liur yang Diklaim Kalbe Lebih Akurat dari Antigen

Current Issues
Bio Saliva, Tes Covid-19 Metode Kumur yang Diklaim Bisa Deteksi 10 Varian

Current Issues
Mengapa Hasil Negatif Tes Covid-19 Membuat Kita Merasa Sembuh dari Gejala?