Tech

Skin Asli Winamp Dijual Sebagai NFT

Jingga Irawan

Posted on March 17th 2022

Gen Z yang punya hobi main game di warnet pasti tahu salah satu aplikasi pemutar musik legendaris, Winamp. Media player yang dikembangkan untuk Windows Microsoft itu kini akan memasuki dunia crypto.

Dilansir The Verge pada Rabu (16/3), Winamp akan menjual non-fungible token (NFT) yang tersambung dengan skin grafis asli pemutar media tahun 1997 tersebut. Hal itu menandai Winamp sebagai perusahaan terbaru yang memadukan nostalgia dan crypto.

Winamp akan melelang NFT skin aslinya melalui OpenSea antara 16 Mei dan 22 Mei. Kemudian, Winamp akan melakukan penjualan terpisah sebanyak 1997 NFT (sesuai dengan tahun rilis Winamp) berdasarkan 20 karya seni yang berasal dari skin asli (turunan). Hasilnya akan disumbangkan ke Winamp Foundation yang akan disalurkan ke proyek amal seperti organisasi non-profit Music Fund di Belgia.

Penjualan NFT sekarang erat kaitannya dengan penggalangan dana. Winamp mencari variasi NFT karya seni turunannya dengan kompetisi. Bagi kreator yang ingin membuat NFT berbasis Winamp bisa mengirimkannya mulai sekarang hingga 15 April. Nantinya, seniman terpilih akan mendapatkan 20 persen dari hasil setiap penjualan gambarnya sebagai NFT.

Sembilan belas karya akan dijual per edisi yang berisi 100 eksemplar, dan sisanya akan dijual dengan jumlah 97 NFT. Semuanya akan dijual seharga 0,08 Ethereum atau sekitar USD 210 (Rp 3 juta) dengan nilai tukar saat ini. Kreator NFT akan mendapatkan 10 persen dari royaltinya.

Kepala pengembangan bisnis Winamp Thierry Ascarez mengatakan kepada The Verge kalau pembeli akan mendapatkan token blockchain yang tersambung ke gambar skin asli atau salah satu karya seni turunannya, yang merupakan pengaturan umum untuk NFT.

Pembeli akan memiliki hak untuk "menyalin, mereproduksi, dan menampilkan" gambar, tetapi mereka tak akan mendapatkan kepemilikan hak cipta. Demikian juga, artis terpilih akan setuju untuk memberi hak ciptanya untuk karya mereka ke Winamp, sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Winamp merupakan pemutar audio populer di awal tahun 2000-an yang diakuisisi oleh AOL pada tahun 1999. Winamp kemudian dijual ke perusahaan radio online Radionomy pada tahun 2014 setelah lama mengalami penurunan popiularitas. Radionomy mengubahnya sebagai aplikasi audio seluler, kemudian mengumumkan peluncuran yang lebih luas untuk tahun ini. (*)

Artikel Terkait
Tech
Winamp, Software MP3 Masa Kecilmu Bakal Hadir Lagi!

Tech
Inggris Bakal Rilis NFT Resmi

Tech
Kena Phishing di OpenSea, NFT Senilai Total Rp 24,3 Miliar Lenyap