Current Issues

Manfaat Vitamin D untuk Mengatasi Gejala Covid-19 Akibat Omicron

Dwiwa

Posted on March 4th 2022

Semenjak pandemi Covid-19, vitamin D telah menjadi perbincangan karena dinilai menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di tengah menyebarnya varian Omicron, vitamin D pun kembali mendapat sorotan terkait manfaatnya dalam membantu mengatasi gejala saat terinfeksi varian baru ini.

Sebuah studi baru telah menunjukkan jika kemungkinan ada hubungan antara kadar vitamin D dan kemampuan sistem kekebalan untuk menangkis gejala Covid-19 yang parah, terutama akibat varian Omicron.

Dilansir Good Housekeeping, temuan ini didapat oleh studi skala kecil yang dilakukan para peniliti di Israel dan didasarkan pada data yang dikumpulkan antara April 2020 dan Februari 2021. Para peneliti mengatakan jika hasil studi ini juga “relevan” untuk Omicron.

Studi yang diterbitkan di PLOS ONE ini menyimpulkan jika mereka yang kekurangan vitamin D lebih mungkin mengembangkan kasus Covid-19 yang parah atau kritis dibanding pasien yang kadar vitamin D yang cukup. Kadar vitamin D ini diambil dari sampel darah ketika mereka menjalani rawat inap.

Lebih lanjut, studi juga menemukan jika orang yang kekurangan vitamin D 14 kali lebih mungkin mengalami komplikasi Covid-19 yang parah. Menurut National Institutes of Health (NIH), komplikasi parah didefinisikan sebagai pasien yang perlu respirator untuk bernapas.

Selain itu, individu yang kekurangan vitamin D juga mengalami sakit parah, kegagalan napas, syok septik atau disfungsi multiple organ. Mereka yang kekurangan vitamin D secara signifikan lebih mungkin meninggal karena infeksi, dengan tingkat kematian 25,6 persen versus 2,3 persen bagi mereka yang tidak kekurangan vitamin D.

Sementara itu, dokter Edi Hidayat, seorang ahli penyakit dalam di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengatakan jika masyarakat sebaiknya memperbanyak konsumsi vitamin D di tengah gencarnya penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Vitamin D ini banyak manfaatnya, salah satunya bisa memperkuat imunitas tubuh di saat pandemi seperti saat ini,” kata Edi Hidayat seperti dilansir dari Antara.

Dia juga menjelaskan jika vitamin D dapat membantu mengiptimalkan kekebalan tubuh dengan menunjang kerja sel darah putih dalam melawan patogen. Sifatnya sebagai antiradang dan antioksidan dan vitamin tersebut memapu meningkatkan kerja sistem imun, saraf, dan otot.

Selain itu, Edi juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin C, karena vitamin tersebut sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, perlu rutin berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, menjaga pola tidur yang baik, dan mematuhi protokol kesehatan.

“Meskipun tidak berbahaya seperti varian lain, namuan varian Omicron juga tidak boleh dianggap remeh karena penularannya sangat cepat, dan bisa sembuh dengan sendirinya paling lama tujuh hari sejak seseorang terjangkit,” lanjutnya.

Meski vitamin D mungkin bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, tetapi para ahli mengatakan jika itu tidak berarti hanya mengandalkan vitamin D saja bisa menyelamatkan dari infeksi parah. Kalian tetap harus menjalankan protokol kesehatan ketat, seperti memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun, dan mendapatkan vaksin agar terlindung dari Covid-19. (*)

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Varian BA.2.75 Sudah Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Current Issues
"Covid-19 Ringan" Tak Selalu Ringan, Ini Tips Pemulihan dan Isolasi di Rumah

Current Issues
Menghirup Bubuk Jahe Sembuhkan Omicron? Hoaks!