Current Issues

2 Tahun Pandemi di Indonesia, Bagaimana Situasi Covid-19 Saat Ini?

Dwiwa

Posted on March 2nd 2022

Tepat 2 tahun lalu, 2 Maret 2020, kasus Covid-19 pertama di Indonesia diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Sejak saat itu, penyakit yang disebabkan virus SARS-Cov-2 ini terus menyebar dengan jumlah kasus naik turun. Lalu, seperti apa situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini?

Dalam situs resmi covid19.go.id, hingga Selasa (1/3) tercatat ada 5.589.176 kasus positif dan 148.660 meninggal dunia. Sementara itu, jumlah kasus yang sudah dinyatakan sembuh dalam periode dua tahun ini mencapai 4.901.302.

Saat ini, kita sedang dalam upaya memasuki masa transisi menuju masyarakat produktif aman Covid-19. Namun untuk bisa mencapainya, ada 3 modal dasar yang harus dimiliki Indonesia, yakni cakupan vaksinasi, kepatuhan protokol kesehatan, dan ketahanan fasilitas kesehatan.

“Seperti berbagai penyakit yang pernah merebak di dunia sebelumnya, pada akhirnya kita pun harus tetap melanjutkan kegiatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang sudah dihadapi oleh dunia selama 2 tahun ini,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa.

Saat ini, beberapa negara di dunia sudah mulai melakukan pelonggaran peraturan terkait Covid-19. Misalnya Inggris, Swedia, dan Norwegia yang sudah menyejajarkan Covid-19 dengan penyakit pernapasan lainnya. Ada tiga pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini, yakni kasus kematian rendah, cakupan vaksinasi dosis lengkap tinggi, dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ketiga negara tersebut telah menunjukkan penurunan angka kasus positif yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Angka kematiannya juga cenderung rendah dibanding gelombang sebelumnya, kecuali Norwegia yang justru melonjak.

Cakupan vaksinasi dosis lengkap di negara-negara tersebut juga sudah melebihi 70 persen. Ditambah lagi, ada jaminan ketersediaan pelayanan kesehatan yang baik.

Sementara jika dibandingkan di Indonesia, saat ini jumlah kasus harian memang sudah menunjukkan penurunan. Sebelumnya, lonjakan kasus sempat menyentuh rekor baru, bahkan melebihi puncak gelombang kedua.

Angka kematian juga turut naik mengikuti tren kenaikan kasus meskipun masih lebih rendah dari gelombang kedua. Tetapi sampai saat ini, tren kematian belum menunjukkan penurunan. Angka keterisian tempat tidur (BOR) juga lebih rendah dibanding gelombang sebelumnya.

Sedangkan untuk cakupan vaksinasi dosis lengkap, Indonesia sudah mendekati 70 persen dari sasaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Angka ini sudah tergolong tinggi, tetapi pemberian vaksin booster masih harus ditingkatkan agar kekebalan komunitas tetap tinggi.

Kemudian soal kesiapan fasilitas kesehatan, Indonesia memiliki 57.892 fasilitas isolasi terpusat yang tercatat oleh Kodam dan BPBD di seluruh daerah. Per 28 Februari 2022, terdapat pula 100.490 total tempat tidur untuk Covid-19.

Per 22 Februari 2022, Indonesia juga memiliki 985 laboratorium pemeriksa Covid-19 yang tercatat oleh Litbangkes. Angka ini sudah jauh lebih tinggi dibanding kesiapan kapasitas Indonesia di awal pandemi.

Indonesia juga memiliki pengendalian berlapis dan menyeluruh untuk pandemi Covid-19. Misalnya dengan kebijakan berlapis untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan pengendalian aktivitas masyarakat dan disiplin protokol kesehatan lewat kebijakan pelaku perjalanan dalam negeri, PPKM kabupaten/kota, Satgas Fasilitas Publik 3M, serta PPKM Mikro.

Pemerintah pun saat ini tengah melakukan sejumlah persiapan untuk mengubah pandemi virus Corona menjadi endemi. Protokol perubahan pandemi jadi endemi pun sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Meski begitu, Presiden Joko Widodo tampaknya tidak mau tergesa-gesa mengubah status pandemi Covid-19 jadi endemi. Keputusan yang nantinya akan diambil berdasarkan pada data science dan kalkulasi yang matang.

“Mengenai perubahan status pandemi menjadi endemi, bapak Presiden menekankan kita tidak perlu tergesa-gesa dan memperhatikan aspek kehati-hatian,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo dikutip dari siaran persnya, Rabu (2/3). “Presiden tidak mau kita sampai kembali ke situasi pada awal pandemi.”

Nah, menunggu sampai nanti pemerintah mengubah status pandemi jadi endemi atau pun melonggarkan berbagai pembatasan yang dilakukan akibat Covid-19, ada baiknya kita tetarp menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas jika memang tidak diperlukan. Semakin terkendali kasus Covid-19, akan semakin cepat pula pandemi usai. (*)

 

Ilustrasi: Pixabay

Artikel Terkait
Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Current Issues
Apakah Vaksin Covid Ampuh Berikutnya adalah yang Dihirup?

Current Issues
Anak Muda Harus Sabar, Jatah Vaksin Covid-19 Mungkin Baru Didapat Pada 2022