Current Issues

Studi: Mayoritas Orang Mungkin Tidak Perlu Dosis Vaksin Covid-19 Keempat

Dwiwa

Posted on February 22nd 2022

Pemberian booster Vaksin Covid-19 telah menjadi salah satu upaya terbaru dalam memerangi pandemi. Dan sebuah studi baru mengungkap jika kita baru-baru ini mendapat suntikan booster Covid-19, mungkin tidak lagi perlu suntikan lain selama beberapa bulan, atau bahkan beberapa tahun mendarang.

Dilansir dari Business Insider, sebuah studi yang dirilis awal minggu ini menemukan jika tiga dosis vaksin mRNA dari Pfizer-BioNTech atau Moderna membantu tubuh menciptakan beragam antibodi yang sangat efektif. Antibodi itu tidak hanya mencegah kematian dan penyakit parah, tetapi juga dalam melindungi terhadap berbagai varian.

John Wherry, direktur Institute for Immunology di University of Pennsylvania, mengatakan kepada The New York Times bahwa para ilmuwan saat ini mulai melihat hasil yang semakin berkurang terkait jumlah dosis tambahan. Karena itu, kemungkinan vaksinasi keempat tidak diperlukan untuk melindungi dari kematian dan penyakit serius untuk mayoritas orang dewasa.

The New York Times juga mengutip setidaknya empat penelitian yang menemukan bahwa sistem kekebalan - menggunakan sel T khusus yang diproduksi oleh vaksin atau setelah infeksi - mampu mengingat dan menyerang virus setelah beberapa bulan dan bahkan mungkin dapat melakukannya selama bertahun-tahun.

Bukan hal yang mustahil membayangkan hasil ini. Pasalnya, para ilmuwan telah mengamati respons seperti ini pada individu yang terinfeksi virus corona SARS.

Dalam kasus SARS, sebuah penelitian menemukan bahwa individu yang terpapar virus selama wabah tahun 2003 masih membawa sel T yang dapat mengingat dan menargetkan virus lebih dari 17 tahun kemudian. Pejabat kesehatan percaya ini mungkin juga terjadi dengan Covid-19.

Namun, datanya masih belum bisa disimpulkan karena para ahli terus mengumpulkan lebih banyak informasi.

Studi ini muncul ketika pejabat medis mempertimbangkan panduan seputar booster tambahan di Amerika Serikat. Sebuah diskusi yang Dr. Anthony Fauci - kepala penasihat medis Presiden Joe Biden - sebut "terlalu prematur" pada Desember tahun lalu.

"Salah satu hal yang akan kami ikuti dengan sangat hati-hati adalah ketahanan perlindungan setelah dosis ketiga vaksin mRNA," kata Fauci pada bulan Desember. "Jika perlindungannya jauh lebih tahan lama daripada kelompok dua dosis yang tidak diberi booster, kita mungkin bisa menjalani periode waktu yang signifikan tanpa memerlukan dosis keempat."

Namun, para ahli mengatakan demografi yang rentan seperti orang tua dan orang dengan immunocompromised dapat mengambil manfaat dari suntikan keempat. Negara-negara seperti Swedia dan Israel termasuk yang pertama menawarkan booster tambahan untuk komunitas berisiko tinggi.(*)

Ilustrasi: Pexels/Maksim Goncharenok

Artikel Terkait
Current Issues
Kabar Baik! Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 dari Moderna Aman untuk Remaja

Current Issues
Studi: Dosis Vaksin Ketiga Melindungi dari Varian Omicron

Current Issues
Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan mRNA Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona