Current Issues

Pentingnya Disiplin Prokes untuk Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Dwiwa

Posted on February 18th 2022

Protokol kesehatan (Prokes) telah menjadi salah satu senjata yang sangat berguna semenjak pandemi Covid-19 muncul dua tahun lalu. Di tengah lonjakan Covid-19 akibat varian Omicron pun, prokes terbukti ampuh membantu berbagai negara untuk melewati gelombang ketiga, terlepas dari kebijakan yang diterapkan.

Dilansir situs covid19.go.id, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito pun mengatakan jika pengalaman negara-negara yang berhasil melewati gelombang baru Covid-19 akibat Omicron – seperti negara di Benua Eropa, Amerika, dan Australia – bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

“Hal ini menunjukkan bahwa apapun variannya, kebijakannya, dan kondisi kasusnya, protokol kesehatan harus selalu diterapkan dengan disiplin,” jelas Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (17/2) yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Secara global, dunia kini menunjukkan tren penurunan sekitar 60 persen dari puncak gelombang terakhir. Semetara di Indonesia kassnya terus naik hingga hampir 200 kai lipat dari titik terendahnya.

Indonesia selalu mengalami kenaikan saat kasus dunia sudah melewati puncaknya. Hal ini dikarenakan kebijakan karantina serta entry dan exit test pelaku perjalanan internasional yang ketat membuat Indonesia berhasil menunda importasi kasus lebih lama dibanding negara lainnya.

Di Asia sendiri tren kasus Covid-19 memang masih naik, misalnya seperti Indonesia, Hongkong, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Sementara sebagian kecil lain seperti Filipina dan Jepang telah mulai mengalami tren penurunan kasus.

Kemudian jika kita berkaca pada sejumlah negara yang sudah berhasil melewati puncak lonjakan kasus, seperti Denmark, Swiss, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat, ada tiga hal yang menjadi perhatian.

Pertama, delapan negara tersebut mencatat rekor tertinggi melebihi puncak kasus sebelumnya. Kelipatannya berkisar antara 3-9 kali lipat. Denmark bahkan mengalami kenaikan hingga 13 kali lipat dari puncak terakhirnya.

Kedua, angka kematian cenderung lebih rendah pada 6 dari 8 negara dibandingkan dengan puncak sebelumnya yang mencapai 50-80 persen dibanding puncak terakhir. Sementara Denmark angka kematiannya sama dengan puncak sebelumnya dan Amerika Serikat justru lebih tinggi 20 persen dari puncak terakhir.

Ketiga, tren perawatan rumah sakit lebih rendah pada 5 dari 8 negara dibanding puncak terakhirnya dengan kisaran angka 30-50 persen. Di Prancis, tingkat perawatan setara dengan puncak sebelumnya. Sedangkan Denmark dan Amerika Serikat mencatat tren perawatan meningkat 2 kali lipat dari puncak terakhir.

Jika di teliti lebih lanjut, ternyata prokes memainkan peran penting dalam perbedaan tersebut, khususnya kebijakan memakai masker dan larangan berkerumun. Misalnya di Denmark yang tidak memberlakukan kebijakan wajib masker dan larangan berkerumun.

Sementara itu Amerika Serikat dan Prancis meskipun sudah menerapkan kebijakan wajib masker dan larangan berkerumun, tetapi tidak berjalan dengan baik. Hal ini rupanya juga membuat tren perawatan di rumah sakit jadi lebih tinggi atau setara dengan puncak sebelumnya.

Sementara di 5 negara lain, kewajiban memakai masker dan larangan berkumpul diterapkan dengan baik. Hasilnya, kasus harian, perawatan di rumah sakit, dan angka kematian berhasil ditekan.

Dari contoh 8 negara tersebut dapat disimpulkan jika disiplin prokes memiliki dampak terhadap jumlah kasus, perawatan di rumah sakit dan kematian. Terlepas dari apapu n kebijakannya, faktor kunci keberhasilan  pengendalian adalah masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi untuk menerapkan prokes dengan ketat.

Karena itu, sebagai negara yang saat ini masih berjuang untuk melewati gelombang Covid-19 ketiga, Indonesia harus bisa mengambil pelajaran dari ke delapan negara tersebut. Pemerintah memang telah melakukan upaya berlapis untuk mencoba mengakhiri pandemi.

Tetapi upaya itu tidak akan berhasil tanpa kerja sama dari masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Apalagi dengan semakin meningkatnya penambahan kasus harian, prokes harus benar-benar semakin diperketat. Pakai kembali maskermu, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas. (*)

 

Ilustrasi: Pixabay/Elf-Moondance

Artikel Terkait
Current Issues
Studi Global: Memakai Masker Cegah Covid Hingga 53 Persen

Current Issues
Marah Diingatkan karena Gak Pakai Masker? Mungkin Orang itu Mengalami Hal ini...

Current Issues
Menkominfo Minta Masyarakat Waspadai Tren Kenaikan Kasus Covid-19