Esports

India Blokir Free Fire dan 54 Aplikasi Asal Tiongkok

Mainmain.id

Posted on February 16th 2022

HUBUNGAN diplomatik antara India dan Tiongkok yang tak kunjung membaik kembali berimbas pada dunia digital. India kembali melakukan pemblokiran pada game dan aplikasi. Salah satu yang menyita perhatian adalah pemblokiran terhadap game esports, Free Fire.

Kabar ini terungkap setelah SEA -perusahaan yang terkait dengan raksasa teknologi Tiongkok, Tencent- meminta maaf pada pengguna Free Fire di India. Mereka mengatakan Free Fire dan puluhan aplikasi Tiongkok lainnya terkena larangan pemerintah India dengan alasan keamanan nasional.

Kasus ini menjadi pukulan untuk kesekian kalinya dari India. Hal ini dilatarbelakangi hubungan India-Tiongkok yang tak kunjung membaik. Sejak terjadinya bentrokan mematikan pada 2020 di daerah perbatasan Himalaya, yang memang sedang disengketakan. 

Free Fire sendiri merupakan salah satu game seluler yang paling banyak diunduh di India. Sebelumnya game yang sama, PUBG juga pernah diblokir oleh India. Hingga akhirnya PUBG beredar kembali setelah menuruti sejumlah perintah India. Di antaranya memindahkan servernya dari Tiongkok dan membuat versi khusus untuk India.

Selain Free Fire dilaporkan ada 54 aplikasi yang turut dilarang India. Aplikasi dari Tencent dan Baidu juga termasuk di antara yang terpengaruh, menurut laporan media Tiongkok. 

New Delhi sebelumnya telah melarang lebih dari 260 aplikasi Tiongkok dengan alasan masalah keamanan nasional, termasuk platform berbagi video TikTok.

Garena, anak perusahaan game SEA yang berbasis di Singapura, tidak mengkonfirmasi larangan telah diberlakukan. Namun mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "sadar bahwa Free Fire saat ini tidak tersedia di toko aplikasi Google Play dan iOS di India dan bahwa game tersebut saat ini tidak dapat dioperasikan untuk beberapa pengguna di negara ini".

"Kami sedang bekerja untuk mengatasi situasi ini, dan kami meminta maaf kepada pengguna kami atas ketidaknyamanan ini." Akibat kejadian ini, saham SEA menukik 18,4 persen di New York, pada Senin (14/2).

Pihak berwenang India tidak segera tersedia untuk dimintai komentar. Namun kementerian TI mengatakan kepada surat kabar Hindustan Times bahwa aplikasi tersebut mengumpulkan data sensitif, yang "dikirim ke server yang berlokasi di (a) negara yang bermusuhan" dan dapat digunakan "untuk kegiatan yang merugikan keamanan nasional".

Pendiri SEA diketahui seorang kelahiran Tiongkok namun telah menjadi warga negara Singapura. Raksasa teknologi Tiongkok, Tencent, diketahui memiliki 18,7 persen saham di SEA.(*)

Artikel Terkait
Esports
Pendaftaran Free Fire Advance Server Sudah Dibuka, Begini Cara Daftarnya...

Esports
Mod Apk Free Fire (FF) Terbaru, Download dan Dapatkan Unlimited Diamond

Esports
Free Fire Gelar Kolaborasi Baru, Kali Ini Giliran Venom