Korea

Love and Leashes Tuai Pujian Berkat Representasi Perempuan dan Topik yang Tabu

Delya Oktovie Apsari

Posted on February 15th 2022

 

Love and Leashes baru saja dirilis di Netflix. Tetapi, film yang dibintangi Lee Jun Young U-Kiss dan Seohyun SNSD tersebut sudah mengekori kesuksesan konten Korea di Netflix, seperti Single's Inferno dan All of Us Are Dead.

Awalnya, banyak penonton yang khawatir karena tema yang diangkat. Namun, setelah tayang, Love and Leashes justru menuai pujian.

Pujian pertama adalah penggambaran pentingnya consent atau persetujuan dari kedua pihak. Bahkan, ada satu adegan di mana Ji Woo (Seohyun) memperingatkan seorang laki-laki kalau hanya karena ia memiliki fetish, bukan berarti laki-laki tersebut berhak memperlakukannya dengan kasar.

Koreaboo menyebut Love and Leashes berhasil mengangkat topik yang biasanya dianggap tabu di budaya Korea. Sekaligus, membicarakan kesulitan yang dihadapi perempuan di tempat mereka bekerja, seperti misogini. Ia juga membahas soal homofobia.

Hanya dalam 48 jam setelah perilisan, tagar #LoveandLeashes trending di berbagai negara. Jumlah pengikut Instagram kedua aktor pun meningkat tajam.

Beberapa warganet juga berpendapat kalau Love and Leashes bisa menyeimbangkan topik yang tak hanya soal fetish dan preferensi, tetapi juga stereotip dan latar sosial di baliknya. Love and Leashes turut menunjukkan bagaimana setiap orang punya batasan yang harus dihormati.

Kalau menurutmu, bagaimana? (*)

Artikel Terkait
Korea
Love and Leashes: Angkat Fetish Dibalut Komedi hingga Stereotip Perempuan Korsel

Korea
Seohyun SNSD Puas dengan Love and Leashes, Lee Jun Young Sempat Gugup

Korea
Dari 'Love and Leashes', Netflix Jajal Genre Baru untuk Pasar Korea