Korea

Perusahaan NFT Ini Diduga Jual Musik Secara Ilegal, Termasuk Kpop

Delima Pangaribuan

Posted on February 6th 2022

Non-Fungible Token alias NFT lagi digandrungi banget sampai-sampai ada beberapa pihak nggak bertanggung jawab yang menyalahgunakannya. Salah satunya perusahaan bernama HitPiece yang menjual musik-musik Kpop dalam bentuk NFT secara ilegal.

Seperti diberitakan Koreaboo, sejumlah musisi melaporkan HitPiece karena menjual karya musik orisinal tanpa izin. Perusahaan ini jelas mendapat keuntungan besar dari penjualan itu, tapi tanpa sepengetahuan artis atau pembuat lagu. Artis-artis Kpop pun nggak luput dari sasaran, terutama yang sudah mendunia seperti BTS dan BLACKPINK.

"Setiap NFT HitPiece adalah NFT One on One untuk setiap rekaman musik unik. Anggota membangun Hitlist masing-masing dari lagu-lagu favorit mereka, dinaikkan ke leaderboards, dan mereka mendapatkan nilai nyata seperti akses dan experience bersama artis," begitu bunyi deskripsi di website HitPiece seperti dikutip Koreaboo.

"HitPiece dibangun sebagai solusi untuk artis rekaman agar bisa memanen NFT dari lagu eksklusif mereka yang tidak terdistribusikan secara komersial, memonetisasi lagu-lagu ini ke metaverse, dan menyediakan cara unik bagi fans untuk berinteraksi dengan musik," lanjut deskripsi tersebut.

Penjelasan ini sekilas terdengar menjanjikan. Tapi kalau ditilik lebih jauh, HitPiece nggak punya izin atau otoritas untuk memanfaatkan lagu-lagu tadi menjadi NFT. Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet, khususnya penikmat musik. Mereka pun menuntut agar HitPiece menghapus semua NFT musik yang sudah diunggah di platform.

Banyak musisi-musisi yang sudah merasakan kerugian dari praktik jual-beli NFT musik ilegal ini. Sebut saja Drake dan The Beatles. Kerugian tentu makin dirasakan sama artis-artis indie. Fans Kpop yang ikutan nimbrung di perbincangan juga menemukan sejumlah NFT lagu-lagu Kpop. Seperti Stay Gold-nya BTS dan LALISA-nya Lisa BLACKPINK. 

Ketika ditelusuri, rupanya HitPiece diduga mengambil (atau lebih tepatnya mencuri) data dari Spotify untuk membuat orisinal NFT mereka. Kemudian, mastermind di balik pembuatan HitPiece yakni Rory Felton juga dikenal punya rekam jejak yang cukup problematis. Hal ini diungkapkan oleh akun @thehumanfly_ di Twitter.

Sebenarnya Rory Felton sudah lama berkarir di bidang musik. Bahkan dia punya LinkedIn resmi dan bisa dilihat pengalamannya dengan label-label musik besar selama ini. "Jadi, apa masalahnya? Ini menurutku. Orang ini mengembangkan karir yang cringey tapi punya strategi marketing yang efektif. ... Rekap singkat, situsnya HitPiece meniru API (application programming interface) Spotify untuk menjual material ribuan artis sebagai NFT tanpa persetujuan mereka. Ini pelanggaran hak cipta secara langsung. Ini akan membunuh perusahaan (label), kan?" jelasnya.

Kasus ini pun menimbulkan pertanyaan dari fans. Banyak agensi Kpop sekarang sudah beralih ke NFT juga, sehingga ada kemungkinan HitPiece bisa mengganggu bisnis NFT agensi-agensi tersebut. Tapi, masalah lain yang patut kita khawatirkan juga adalah dampak lingkungan dari carbon copy NFT ini. (*)

(Foto: Koreaboo)

Artikel Terkait
Korea
Dua Pihak Sepakat, Lagu-Lagu Kpop Kakao akan Kembali ke Spotify

Korea
Selamat! BTS Jadi Artis Ketiga Paling Banyak Didengarkan di Spotify 2021

Korea
10 Idol Kpop Teratas Spotify Ini Berubah Tiap Tahun, Siapa Aja?