Opinion

Persiapkan Dirimu Sebelum Dimakan Berita Palsu!

Fidya Citra

Posted on October 3rd 2018

Tahun politik yang sudah dimulai gaungnya menandakan akan semakin banyak lahir orang-orang yang mendadak jadi komentator politik ulung, pembela golongan sana, penghardik golongan sini. Masalahnya begini... bukan hanya mendadak jadi jago kritik, di tahun politik akan semakin banyak orang yang auto gobl**, sebar berita sana sini tanpa tau kebenaran pasti. Nah, buat kamu yang masih suka gampang dikibulin sama berita palsu di sosial media, macam berita anak durhaka berubah jadi cumi-cumi. Kayaknya kamu harus cek beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan biar nggak kemakan berita palsu. 

Dalam sebuah artikel UNESCO yang berjudul "Developing A Critical Mind Against Fake News" menyatakan ada beberapa pola pemikiran yang harus diubah supaya nggak makan berita palsu begitu saja. Simak yuk!

Kamu harus ingat kembali bahwa sosial media itu bukan lah media informasi, di sosial media kebenaran itu relatif, tergantung siapa yang membicarakan. Berhubung di sosial media siapapun bisa berkomentar dan saling membicarakannya dengan bebas, semua orang bisa menggoreng isu sesuai seleranya masing-masing. Berbeda dengan media informasi konvensional yang cenderung satu arah. Makanya, kalo nemu pernyataan-pernyataan di sosial media yang nggak jelas asal dan muaranya, jangan langsung dipercaya! kayak itu-tuh gosip lambe-lambean.  

"Eh ini liat deh foto cumi-cumi raksasa di pinggir pantai", ketika teman kamu ada yang ngomong gini kira-kira respon kamu apa?

a. "Wah iya gede banget itu! pertanda azab dari langit nih ya ampun"

b. "Kamu dapet foto ini dari mana? udah cek belum itu palsu apa beneran?"

Kalo kamu jawab A, yak selamat kamu berpotensi untuk dikibulin sama berita-berita palsu! Melatih pola berpikir kritis ini nggak sesulit kamu harus belajar analisis Sigmund Freud atau Nietzsche, cukup mempertanyakan aja apapun yang ada di sekitarmu, apa benar ini begini, apa benar itu begitu.

Menurut salah seorang Profesor sosiologi media Université Sorbonne Nouvelle, Prancis, Divina Frau-Meigs ada tiga hal yang penting dalam melatih pola pikir kritis: Explore, Analyst, dan Create. Dengan mengesksplor, kamu membiasakan diri untuk mencari informasi secara luas. Dengan menganalisis, kamu jadi tidak hanya menerima informasi namun mengecek kebenarannya, dan dengan menciptakan konten, kamu menyadari konsekuensi dari tiap informasi yang kamu sampaikan. 

Sekarang di berbagai media sosial udah ada fitur report yang memudahkan kamu untuk melaporkan konten-konten yang berisikan berita bohong. Dibanding jadi sosok yang hobi banget nge-forward berita bohong di grup-grup whatsapp atau line, mendingan kamu jadi sosok yang hobi nge-report akun-akun hoax yang bisa merugikan orang banyak (setelah kamu cek dan ricek tentunya). 

Artikel Terkait
Interest
Biar Nggak Gampang Kemakan Isu, Kenali Ciri-Ciri Hoaks dan Cara Menghindarinya

Current Issues
Awas! Hoaks Starbucks Larang Karyawannya Ucapkan Selamat Natal

Current Issues
Awas Hoaks! Pesan Palsu Pencegahan Coronavirus Catut UNICEF