Interest

Chinese Mid-Autumn Festival: Sumber Rezeki Mahasiswa Rantau di Akhir Bulan

Helena Tipawael

Posted on October 3rd 2018

Setelah genap satu tahun satu bulan berkuliah di Taiwan, aku baru sadar kalau di bulan Oktober ada sebuah perayaan yang identik dengan kue bulan. Suatu perayaan yang kalau ditarik mundur ke tahun lalu, jadi terasa konyol bagiku.

Saat itu, aku sempat berpikir sedang ada pembagian kue bulan secara cuma-cuma. Nggak cuma satu, aku bahkan sampai kebanjiran varian mooncake yang rasanya luar biasa ajib-ajib. Ternyata oh ternyata, butuh 13 bulan buat aku tahu kalau hari itu adalah hari selebrasi Mid-Autumn Festival! Bukan sekadar hari bagi-bagi kue gratisan. Ya udah lah ya, mending terlambat dari pada nggak tahu sama sekali, kan. 

Mid-Autumn Festival adalah hari besar terpenting kedua setelah Imlek bagi kami. Diperingati setiap purnama yang jatuh pada hari kelimabelas pada bulan kedelapan kalender lunar,” jelas sahabatku yang merupakan warga lokal Taiwan. 

Masih menurut dia, perayaan ini bermakna sebagai ucapan syukur sekaligus waktu memohon bagi etnis Tionghoa di seluruh penjuru dunia, khususnya bagi yang tinggal di Tiongkok dan sekitarnya. Sambil mengenakan baju adat, mulai pertengahan September hingga awal Oktober, mereka akan pergi ke sungai untuk menghanyutkan lilin di atas teratai sebagai bentuk doa demi kesejahteraan dan rezeki setahun mendatang. 

Nah, berhubung sudah ‘sadar’, tahun 2018 ini akhirnya menjadi tahun pertamaku merayakan festival yang sudah diperingati sejak masa Dinasti Zhou (1046 SM-256 Masehi) tersebut.

“Hi, are you free this Saturday? Let’s have a barbecue together!” ajak temanku.

“Hi, this is for you, kata temanku yang lain sambil ngasih kotak berisi kue bulan.

“My parents ask me to invite you to our festival celebration. You can try free local foods for sure,” ajak yang lain lagi.

Dengan banyaknya ajakan-ajakan serupa selama seminggu menjelang perayaan, membuat mahasiswa rantau sepertiku amat sangat terharu. Iya, gimana nggak terharu coba kalau ajakan-ajakan itu bisa menyelamatkan kantongku yang mulai kering di akhir bulan? Sudah diajak makan gratis, dikasih kue gratis, jelas hematlah uang sarapan dan uang jajan camilanku sehari-hari. Ba-ha-gi-a~

Bahkan sampai di hari aku menulis cerita ini, aku masih kecipratan banyak sekali rezeki. Baru aja tadi siang, orang tua murid di tempatku tutor bahasa, ngasih aku satu boks mooncake yang isinya egg yolk, ayam, daging, dan susu. Kulit kuenya crispy, sekaligus lembut di waktu yang bersamaan. Kebayang dong enaknya gimana? Ditambah lagi ada pembagian selimut (dari tempat tutorku itu) supaya kami nyenyak tidurnya dalam menyambut musim gugur dan musim dingin nanti! Whoaaa...rasanya langsung pengin salim sama seisi kota ini.

Keseruan mid-autumn festival juga nggak lepas dari pesta kembang api. Saking indah dan semarak, aku sampai lupa sama capainya ngerjain essay dan presentasi setiap hari. Selain itu, kehangatan festival juga bikin kangenku sama rumah terobati. Karena vibes-nya bikin aku ngerasa seperti lagi kumpul sama keluarga. Ah, semoga di tahun depan aku bisa menikmatinya bersama mereka.

Meski aku bukan warga lokal, kebersamaan yang terjalin selama perayaan membuatku tidak merasa asing dan sendiri di negara orang. Dan kebaikannya membuatku tak sabar menunggu momen serupa datang lagi di tahun depan. Asli! Seseru itu.

Related Articles
Interest
Night Market di Taiwan: Harga Selangit Yang Nggak Bisa Ditawar

Interest
'Putus' dengan Google Maps Akibat Perang Dagang, Huawei Gandeng TomTom

Interest
Server PUBG Mobile Jebol Akibat Coronavirus, Kok Bisa?