Current Issues

Limbah Medis Akibat Covid-19 Ancam Kesehatan Masyarakat

Dwiwa

Posted on February 2nd 2022

Pandemi Covid-19 tidak hanya membebani sistem perawatan kesehatan, tetapi juga pengelolaan limbah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, banyaknya penggunaan sarung tangan, "baju astronot", jarum suntik, alat uji, botol vaksin, hingga masker, telah memicu melimpahnya limbah medis di seluruh dunia.

Dilansir Associated Press (AP), WHO melaporkan bahwa puluhan ribu ton limbah medis tambahan telah membebani sistem pengelolaan limbah, serta mengancam kesehatan dan lingkungan. Mereka menekankan adanya kebutuhan yang mendesak untuk memperbaiki sistem tersebut dan mendapat tanggapan dari pemerintah dan masyarakat. .

“Bagian dari pesan untuk publik adalah menjadi konsumen yang lebih sadar. Dari segi volume, ini sangat besar,” kata dr. Margaret Montgomery, petugas teknis unit air, sanitasi, kebersihan dan kesehatan WHO.

Pihaknya menemukan, orang-orang memakai alat pelindung diri (APD) secara berlebihan selama pandemi Covid-19. Selain itu, lebih dari delapan miliar dosis vaksin dikelola secara global telah menghasilkan 143 ton limbah ekstra dalam hal jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

"Sangat penting untuk menyediakan petugas kesehatan dengan (alat pelindung) yang tepat. Tetapi juga penting untuk memastikan bahwa itu dapat digunakan dengan aman tanpa berdampak pada lingkungan sekitar," kata dr. Michael Ryan, kepala kedaruratan WHO, dalam sebuah pernyataan.

WHO telah merekomendasikan penggunaan peralatan yang dapat digunakan kembali dan bahan yang bisa didaur ulang. Mereka juga menyerukan investasi dalam teknologi pengolahan limbah non-bakar. (*)

Foto: Pixabay/alexroma

Related Articles
Current Issues
Studi: Mayoritas Orang Mungkin Tidak Perlu Dosis Vaksin Covid-19 Keempat

Current Issues
Vaksin Covid-19 Mungkin Tidak Akan Langsung Menyelesaikan Pandemi Covid-19

Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya