Current Issues

Menghirup Bubuk Jahe Sembuhkan Omicron? Hoaks!

Dwiwa

Posted on January 25th 2022

Baru-baru ini, sebuah video pendek tentang seorang pakar kesehatan yang diklaim bernama Zarir Udwadia beredar luas di Twitter. Dalam video berdurasi hampir dua menit itu, dia merekomendasikan untuk menggunakan bubuk jahe untuk menyembuhkan infeksi Covid-19 yang disebabkan varian Omicron.

Dilansir dari Antara, video yang dibagikan pengguna Twitter @maskeench tersebut menjelaskan jika hanya dengan menghirup sedikit bubuk jahe di ujung jari, infeksi virus SARS-Cov-2  bisa sembuh. Menurutnya, bubuk jahe kering mempunyai sifat basa dan pH tinggi yang dapat membunuh virus Corona yang  menyebar lewat lubang hidung, selaput lendir, tenggorokan dan kemudian paru-paru.

“Saya sudah melakukannya setiap pagi dan malam. Silakan bagikan berita ini kepada keluarga, teman, dan orang terkaish kalian,” demikian isi narasi yang diubah dalam Bahasa Indonesia.

Lalu benarkah jika bubuk jahe bisa menyembuhkan orang yang terpapar virus Corona varian Omicron?

Berdasarkan analisis laman turnbackhoax, rupanya klaim itu tidak benar. Selain itu, orang yang ada di dalam video juga bukan pakar kesehatan bernama Zarir Udwadia.

Dalam klarifikasinya, Dr. Zarir Udwadia asli menjelaskan tidak pernah membuat klaim soal menghirup bubuk jahe sembuhkan Covid-19. Dia juga melarang masyarakat untuk melakukan apa yang disarankan pria dalam video tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Patrick Amoth dalam cuitannya menjelaskan jika lemon dan jahe bisa digunakan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Tetapi itu bukan obat untuk infeksi.

Dalam salah satu cuitannya, Amoth yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan Kenya itu menyebut jika konsumsi jahe dan lemon bagus untuk meningkatkan kekebalan, tetapi masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan lain secara ketat. Itu termasuk mencuci tangan, sanitasi, menjaga jarak, dan memakai masker.

Selain itu, Akademi Sains, Teknik, dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat dalam situsnya juga menjelaskan bahwa jahe tidak dapat menghentikan proses infeksi virus ke dalam sel maupun proses replikasi virus yang terjadi ketika seseorang terkena virus Corona.

Sejauh ini pun tidak ada bukti ilmiah yang memperlihatkan jika jahe dapat membuat tubuh kebal terhadap Covid-19.(*)

Foto:Pixabay/siala

Related Articles
Current Issues
Manfaat Vitamin D untuk Mengatasi Gejala Covid-19 Akibat Omicron

Current Issues
Cegah Peningkatan Omicron, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Perjalanan Luar Negeri

Current Issues
Ini Alasan Mengapa Karantina dari Luar Negeri Kini Hanya Perlu 7 Hari