Current Issues

Kasus Tranmisi Lokal Omicron Terus Bertambah, Ini Syarat yang Boleh Isoman

Dwiwa

Posted on January 24th 2022

Jumlah kasus Covid-19 akibat varian virus Omicron terus bertambah di Indonesia. Hingga Senin (24/1), sudah ada 1.626 kasus yang terdeteksi dengan 369 di antaranya merupakan transmisi lokal. Ini artinya, kita harus semakin berhati-hati dan kembali menerapkan protokol kesehatan ketat agar tidak tertular.

Dengan semakin banyaknya jumlah kasus Omicron yang terdeteksi, kebijakan pemerintah soal isolasi pada pasien dengan varian baru ini pun ikut berubah. Mereka tidak lagi harus menjalani karantina terpusat, tetapi juga bisa melakukan isolasi mandiri asal memenuhi syarat tertentu.

Kebijakan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022. Lalu apa saja syarat bagi pasien Omicron yang diperbolehkan untuk menjalani isolasi mandiri? Secara garis besar, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yakni syarat klinis serta syarat rumah dan peralatan yang mendukung.

Secara klinis, seseorang yang bisa menjalani isolasi mandiri adalah mereka yang tidak memiliki gejala (asimptomatik) dan gejala ringan. Selain itu, mereka juga harus berusia kurang dari 45 tahun dan tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Selain itu, pasien juga harus bisa mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya. Dan terakhir harus berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diberikan izin keluar.

Semenatra untuk syarat rumah dan peralatan mendukung, pasien harus bisa tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantainya juga terpisah. Selain itu,kamar mandi yang digunakan harus terpisah dari penghuni rumah lain dan memiliki pulse oksimeter di rumah. Selama isolasi, pasien juga harus dalam pengawasan puskesmas atau Satgas penanganan Covid-19 setempat.

Lama isolasi mandiri ini berlangsung minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis. Jika syarat klinis dan syarat rumah tidak terpenuhi, maka pasien diwajibkan untuk melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat.

Kemudian bagi pasien terkonfirmasi Omicron yang memiliki gejala berat hingga kritis harus menjalani isolasi di rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19. Sementara bagi yang bergejala sedang/ringan disertai komorbid harus isolasi di rumah sakit lapangan, rumah sakit darurat, atau rumah sakit penyelenggara penanganan Covid-19.

Sedangkan yang tidak memiliki gejala tetapi baru saja pulang dari luar negeri harus menjalani isolasi terpusat di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah.(*)

Foto: Pexels/Serinus

Related Articles
Current Issues
Ada Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman Omicron, Bagaimana Cara Aksesnya?

Current Issues
"Covid-19 Ringan" Tak Selalu Ringan, Ini Tips Pemulihan dan Isolasi di Rumah

Current Issues
Inilah Tanda Terpapar Varian Omicron “Siluman”