Current Issues

Infeksi Omicron Disebut Picu “Superimunitas”, Tapi Covid Tetap Tak Terprediksi

Dwiwa

Posted on January 24th 2022

Sebagian besar negara di dunia tengah mempercepat pemberian booster vaksin Covid-19 untuk menghadapi varian Omicron. Apalagi, beberapa orang yang sudah divaksinasi mengalami breakthrough infection yang menunjukkan bahwa perlindungan yang kita miliki belum tentu ampuh melawan varian lain.

Tetapi menurut Business Insider, bukti awal yang muncul menunjukkan jika mungkin saja ada hikmah bagi orang yang terkena Covid setelah vaksinasi. Sejumlah studi menunjukkan jika orang yang divaksinasi penuh dan memiliki kekebalan dari infeksi Covid-19 sebelumnya sangat terlindungi dari infeksi di masa mendatang.

Sebuah studi di Oregon Health dan Science University, yang dilakukan selama gelompang Delta, menggambarkan perlindungan ganda yang disebut peneliti sebagai “superimunitas”. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) baru-baru ini juga menunjukkan jika orang dengan vaksin dan infeksi sebelumnya adalah yang paling kecil kemungkinannya terpapar varian Delta.

Sementara data Omicron masih terus dikaji, studi awal dari Austria (belum ditinjau rekan sejawat) menunjukkan hal yang sama mungkin berlaku untuk orang yang divaksinasi yang terkena Covid dalam beberapa minggu terakhir.

Namun jenis kekebalan baru ini tidak berarti akhir dari Covid-19. Varian lain bisa muncul kapan saja. Pakar kesehatan masyarakat tetap khawatir bahwa infeksi Covid-19 tidak dapa diprediksi.

Sementara itu, "superimunitas" tidak akan berfungsi tanpa adanya vaksinasi. Hanya mengandalkan kekebalan alami dari infeksi di masa lalu tidak cukup untuk mencegah risiko biaya kesehatan yang tinggi, penyakit parah, dan long Covid.

Orang yang divaksinasi yang mengalami breakthrough infection selama gelombang Delta menghasilkan antibodi pada tingkat hingga seribu persen lebih efektif daripada yang dihasilkan setelah suntiken Pfizer kedua.

“Tidak hanya tingkat antibodi yang tinggi, tetapi kemampuan untuk menetralkan silang berbagai varian sangat tinggi,” ujar Fikadu Tafesse, rekan penulis studi Oregon kepada Insider.

Dengan memaparkan sistem kekebalan kita ke beberapa varian virus yang sama, pada dasarnya kita memperlihatkan pada tubuh berbagai bentuk yang dapat digunakan oleh virus Corona.

“Vaksin dirancang dengan strain asli, tetapi ketika mendapatkan breakthrough infection, itu bisa menjadi Delta atau Omicron. Ini memberi kalian tingkat kerumitan tambahan dalam hal keragaman antibodi,” ujar Tafesse, asiste profesor mikrobiologi dan imunologi.

 

Apa yang dilakukan infeksi alami terhadap sistem kekebalan?

Ketika kita terbaring karena kelelahan dan nyeri tubuh, sel T dan B bekerja keras. Prajurit imun ini masing-masing bertanggung jawab untuk menyerang sel terinfeksi dan membuat lebih banyak antibodi. Hasilnya adalah rencana pertahanan yang lebih terlatih jika di masa depan kembali terpapar virus.

“Seluruh infeksi virus melatih kekebalan kita dengan cara yang lebih lengkap daripada kekebalan yang didapat dari vaksin, yang sebagian besar adalah protein spike,” ujar Tafesse.

Vaksin menggunakan protein spike – senjata virus untuk menyusup ke sel kita – sebagai jalan pintas menuju kekebalan. Tetapi dengan Omicron, kita belajar bahwa respon imun spesifik terhadap satu protein tidak akan selalu mencegah orang terkena Covid-19.

 

Bagaimana Superimunitas menghadapi varian Omicron?

Sampai saat ini belum banyak data dikumpulkan untuk memahami hal ini. Tetapi Tafese optimis . “Kami pikir individu dengan breakthrough infection akan memiliki perlindungan tingkat tinggi, bahkan dari Omicron,” ujarnya.

Sementara itu, pakar penyakit menular kenamaan AS Dr. Anthony Fauci dalam panel yang diadakan Forum Ekonomi Dunia baru-baru ini mengatakan sulit untuk menjawab apakah Omicron akan mengakhiri pandemi – atau mungkin membuatnya mereda secara perlahan.

“Saya berharap begitu. Tetapi itu hanya akan terjadi jika kita tidak mendapatkan varian lain yang dapat menghindari respon imun dari varian sebelumnya,” kata Tafese. (*) 

Foto: Pexels/Edward Jenner

Related Articles
Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma

Current Issues
Kenapa Ada Orang yang Merasakan Efek Samping Vaksin, dan Ada yang Tidak?

Current Issues
Ahli: Omicron Mungkin Cepat Berlalu dan Hanya Ancaman Kecil Bagi yang Divaksin