Tech

Google Lirik Teknologi Blockchain, Punya Unit Baru di Bawah ‘Google Labs’

Jingga Irawan

Posted on January 24th 2022

Google tampaknya akan merangkul teknologi blockchain. Perusahaan dilaporkan telah mendirikan unit baru yang akan mempelajari teknologi blockchain. Dari apa yang diketahui sejauh ini, Google ingin membuat kemajuan dalam komputasi terdistribusi serta teknologi penyimpanan data dengan langkah ini.

Rencana Google ke arah ini telah dipublikasikan dalam laporan Bloomberg baru-baru ini yang mengutip email internal yang telah diakses oleh Bloomberg sendiri. Email tersebut menyebutkan divisi baru yang akan bekerja pada blockchain dan teknologi terkait.

Sesuai email, unit yang berfokus pada "blockchain dan komputasi terdistribusi generasi berikutnya dan teknologi penyimpanan data" telah disiapkan oleh Google. Perusahaan pun telah menunjuk Shivakumar Venkataraman, wakil presiden teknik di Google yang telah bekerja di perusahaan selama 20 tahun terakhir, untuk menangani divisi ini.

Sebelum ini pada November 2021, Google juga membuat divisi baru, Google Labs. Divisi itu berfokus pada "proyek jangka panjang yang berpotensi tinggi,” seperti augmented reality. Google Labs tersebut sekarang memiliki tim yang mengerjakan blockchain dan teknologi terkait lainnya.

Ketika kabar tentang Google Labs bersifat publik, namun untuk divisi blockchain ini tampaknya akan menjadi grup internal. Google belum membahas ini ke publik karena ingin berfokus pada proyek berpotensi tinggi dan jangka panjang itu.

Meskipun menggunakan istilah teknologi blockchain, informasi dalam surat internal tersebut tak menentukan produk atau layanan tertentu dari Google yang akan menggunakan teknologi blockchain.

Baru-baru ini, Google mengungkapkan bahwa mereka memang memperhatikan ruang cryptocurrency dengan serius. Menurut India Today, ini kemungkinan akan mengarahkan perusahaan untuk menawarkan layanan crypto melalui portal pembayarannya Google Pay.

Google, kemudian, mungkin bekerja pada aplikasi yang lebih inovatif juga. Seperti Meta dan banyak negara, Google juga bisa mencoba membawa mata uang crypto-nya sendiri ke dunia. Namun kita masih perlu menunggu apa yang akan Google hasilkan.(*)

Foto: Pixabay

Related Articles
Tech
Opera Meluncurkan Browser Crypto Khusus

Tech
adidas Sukses Peroleh Rp 316 Miliar dari Penjualan NFT ‘Into the Metaverse’

Tech
Presiden Ukraina Setujui RUU yang Melegalkan Industri Crypto