Current Issues

Studi Awal: Vaksin Covid-19 Sputnik V Lebih Ampuh Lawan Omicron Daripada Pfizer

Dwiwa

Posted on January 21st 2022

Sebuah studi skala kecil yang dilakukan sebuah laboratorium menunjukkan bahwa tingkat antibodi penetral Omicron dari orang yang disuntik vaksin Sputnik V Rusia tidak menurun sebanyak mereka yang mendapat suntikan Pfizer.

Dilansir Reuters, studi gabungan Rusia-Italia ini membandingkan serum darah orang-orang yang telah menerima vaksin yang berbeda. Studi ini didanai oleh Russian Direct Investment Fund (RDIF), yang memasarkan Sputnik V di luar negeri.

Studi pendahuluan yang dilakukan para ilmuwan dari Institut Spallanzani di Italia dan Institut Gamaleya di Moskow, pengembang vaksin Sputnik V, ini melakukan observasi terhadap penerima kedua vaksin. Hasilnya, sampel yang diambil tiga hingga enam bulan setelah dosis kedua vaksin menunjukkan bahwa tingkat antibodi pada penerima dua dosis Sputnik V lebih resisten terhadap Omicron dibanding mereka yang divaksinasi dengan Pfizer.

Itu termasuk 51 orang yang divaksinasi dengan Sputnik V dan 17 yang mendapatkan dua suntikan vaksin Pfizer.

"Saat ini kebutuhan vaksinasi booster ketiga sudah jelas," kata studi pendahuluan yang diterbitkan pada 19 Januari.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa antibodi penetral spesifik Omicron terdeteksi dalam serum darah dari 74,2 persen orang yang divaksinasi dengan Sputnik. Sementara pada mereka yang divaksinasi dengan Pfizer/BioNtech hanya 56,9 persen.

Studi pendahuluan sebelumnya oleh Gamaleya Institute, pengembang Sputnik V, menunjukkan bahwa suntikan vaksin Sputnik Light memberikan respons antibodi yang lebih kuat terhadap Omicron daripada vaksin Sputnik V dua dosis saja.

"Kemitraan dari platform yang berbeda adalah kuncinya. Pemberian booster dengan Sputnik Light akan membantu memperkuat kemanjuran vaksin lain sehubungan dengan tantangan gabungan Delta dan Omicron," kata kepala RDIF Kirill Dmitriev dalam sebuah pernyataan.

Omicron telah menyebabkan angka kasus Covid-19 melonjak ke rekor tertinggi di beberapa bagian Eropa Barat dan Amerika Serikat. Tetapi varian itu baru sekarang mulai menyerang Rusia, di mana infeksi baru harian nasional melonjak menjadi 38.850 pada hari Selasa dari 33.899 sehari sebelumnya.

Foto: Pexels/Cottonbro

Artikel Terkait
Current Issues
Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan mRNA Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona

Current Issues
Studi: Mayoritas Orang Mungkin Tidak Perlu Dosis Vaksin Covid-19 Keempat

Current Issues
"Covid-19 Ringan" Tak Selalu Ringan, Ini Tips Pemulihan dan Isolasi di Rumah