Interest

Serunya Jadi Anak Hubungan Internasional

Helena Tipawael

Posted on October 1st 2018

Waktu aku masih berseragam putih abu-abu tiga tahun lalu, hingga genap memasuki tahun kedua kuliah 19 jam yang lalu, masih saja ada pertanyaan yang datang mengenai jurusan yang aku minati dan aku pilih. Jurusan itu adalah Hubungan Internasional (HI) yang menjadi major-ku kini.

Mulai dari: Ce, kalo kuliah HI itu nanti bisa jadi apa? Prospek kerjanya dimana? Susah nggak? Dan segudang pertanyaan lain, kenyang kuterima dari para tetua di keluarga, tetangga, hingga adik-adik kelas di sekolah dulu tentang jurusanku itu. Aku ragu-ragu menjawab, papa dan mamaku apa lagi.

Heran juga sih kenapa orang masih awam tentang jurusan HI. Mengingat di Indonesia sendiri jurusan ini sudah ada sejak tahun 1950 di UGM. Bukan apa-apa, ketidaktahuan ini sering bikin kita galau saat harus menentukan pilihan kuliah di akhir masa SMA. Nggak banyak yang bisa menjelaskan secara pasti soal jurusan yang bisa jadi sangat cocok sama kita ini.

So buat kalian yang sedang bingung menentukan arah kuliah, coba simak baik-baik cerita kakak ini ya ((cie, kakak~)).

Hubungan Internasional itu benar-benar bidang yang multidisiplin. Materinya luas, mulai dari bisnis hingga mempelajari isu-isu dunia. Social science ata Ilmu Kemasyarakatan menjadi akar dari jurusan ini. Sehingga bila kamu sangat peduli soal masalah politik, ekonomi, sosial, dan budaya di sekitar kamu, masuk HI adalah pilihan yang tepat.

Isu-isu lingkungan, perdamaian dunia, studi kawasan-kawasan di dunia juga dibahas dalam perkuliahan. Termasuk pembahasan etika dalam berdiplomasi, manajemen, dan tentunya...bahasa asing!

Ya, kuliah di HI mau nggak mau memaksa kemampuan berbahasamu berkembang. Soalnya, malu dong masak calon diplomat bicaranya pakai bahasa kalbu karena nggak ngerti bahasa suatu daerah? Lagi pula, bukannya kata Nelson Mandela: if you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his language, that goes to his heart? Makanya, penting banget kan, menguasai second atau third language ini.

Berdasar pengalamanku sih, selain bahasa Inggris, bahasa Prancis akan menjadi semacam kuliah wajib yang harus kamu kuasai. Kenapa? Karena ada banyak negara bekas jajahan Prancis di dunia ini yang masih menggunakan bahasa Prancis sebagai utamanya. Mereka disebut juga sebagai negara-negara francophone.

Selain bahasa, materi kuliah lain yang nggak kalah menarik adalah hukum internasional. But don’t get it wrong, belajar hukum di HI nggak bakal bikin kamu jadi anak hukum kok. Kamu hanya akan belajar ‘kulit’-nya aja sebagai pengantar. Sebab bagaimanapun, kamu perlu tahu untuk bekal berdiplomasi kelak.

Nah, karena di atas aku bolak-balik menyebut kata ‘berdiplomasi’, prospek pekerjaan lulusan HI memang secara umum nggak jauh-jauh dari itu. Bisa sebagai humas di perusahaan-perusahaan, dan bisa sangat mungkin sebagai diplomat bagi negara atau organisasi-organisasi internasional. Coba, siapa sih yang nggak pengin menjadi duta besar di suatu negara mewakili Indonesia? Dan siapa sih yang nggak mupeng menjadi bagian dari PBB atau...CIA, mungkin? Keren banget, kan?

Tapi ya, meski aku sudah jelasin prospek cerah nan keren kayak di atas, tetap aja ada yang tanya: Emang nggak susah ya Ce, bekerja di posisi TOP kayak gitu? Dan jawabanku pasti jelas, lugas, tegas: Ya susah laaah. Menurut ngana?

Gini loh, gaes. Ada TUJUH MILYAR JIWA di dunia ini dan kita bukan satu-satunya kepala yang punya mimpi. Apa pun jurusannya, pasti ada tantangan dan ada lawannya. Nggak seru banget hidup ini kalau gampang-gampang aja, kan? Makanya, usaha dong sekeras mungkin. Miliki IPK yang baik sebagai kunci pertama agar dilirik saat mencari kerja nanti. Syukur-syukur kalau karena IPK bagusmu malah kamu yang dicari pekerjaan. Besides, aktiflah berorganisasi dan mengikuti lomba-lomba karena dari sana kamu bisa belajar tentang sıfat kepemimpinan, teamwork, dan tanggung jawab.

In conclusion, jangan takut deh buat jadi anak HI. HI itu keren dan berprospek luas. Yuk, jadi bagian dari HI dan kita bareng-bareng merajut #IndonesiaEmas2045! 

Related Articles
Interest
Kuliah Gratis di Luar Negeri!

Opinion
Merasakan Sensasi Berkuliah di Queensland University of Technology

Opinion
Kuliah di Perikanan? Mau Jadi Apa?