Current Issues

Taktik Baru Industri Film Korea untuk Gaet Penonton: NFT

Delya Oktovie Apsari

Posted on January 16th 2022

Distributor film Special Delivery, NEW, merilis merchandise berupa 3.000 Generative Arts NFTs untuk dijual di Opensea. (NEW)

 

Industri film Korea Selatan tampaknya ogah kalah dari Ghazali Everyday. Demi menggaet penonton, industri film Korea mulai memanfaatkan Non-Fungible Tokens (NFT) untuk dijadikan merchandise.

NFT adalah token digital unik yang berbentuk aset fisik maupun digital, yang bisa ditukar di pasar. Nilai token berubah-ubah, tergantung permintaan pasar.

Dilansir dari The Korea Herald, pemanfaatan NFT untuk menarik perhatian penonton sudah mulai dilakukan sejak perilisan The Matrix Resurrections pada 22 Desember 2021. Saat itu, Lotte Cinema dan Warner Bros. bekerja sama untuk memberi hadiah merchandise NFT kepada 30.000 orang pertama yang membeli tiket The Matrix Resurrections. Para penonton bisa mendapatkan enam NFT berbeda yang bertema The Matrix, begitu mereka mendaftar untuk menerima hadiah setelah membeli tiket film.

"Seluruh 30.000 produk NFT diberikan pada penonton. NFT sangat tren akhir-akhir ini, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengadakan acara seperti ini lagi," kata perwakilan Lotte Cultureworks.

Ia menyebut, para penonton tampaknya ikut mendaftar demi merchandise NFT karena penasaran.

"Dalam hal tiket untuk dikoleksi, pelanggan tahu apa yang mereka dapatkan, tapi ini agak berbeda untuk merchandise NFT. Kebanyakan orang menginginkannya karena mereka penasaran, setidaknya untuk saat ini."

Tiket koleksi yang ia maksud adalah tiket film premium yang biasanya diberikan pada segelintir penonton oleh bioskop-bioskop besar Korea.

Sementara itu, sutradara film Long Day, Cho Sung Kyu, tampaknya menganggap NFT sebagai harapan baru bagi pasar film. Pasalnya, pendapatan film Korea cukup stagnan gara-gara pandemi.

"Kami mengantisipasi NFT untuk membuka kemungkinan-kemungkinan baru di pasar film, yang stagnan akibat COVID-19," katanya. 

Ia sendiri menjual merchandise NFT Long Day melalui MyPics dan Klip Dops dari Ground X. Produk yang ditawarkan adalah dua poster bertanda tangan dan adegan eksklusif.

Sedangkan distributor film Special Delivery, NEW, agaknya membawa kolaborasi NFT dan industri film Korea ke level selanjutnya. Mereka menarik perhatian penonton dengan merchandise yang lebih menarik dari biasanya.

"Yang lain biasanya menjual poster yang sudah ada untuk NFT. Kami membuat karya seni baru yang punya nilai di dalamnya dan untuknya. Tiap 3.000 karya punya perbedaan. Mereka punya perbedaan latar, warna rambut, baju, dan lain-lain," jelas perwakilan NEW.

Ya, NEW menjual 3.000 Generative Art NFTs, yang dibuat menggunakan IP dari film Special Delivery dalam Opensea. Tiap NFT bernilai 30 KLAY selama periode pre-sale pada 29 Januari, dan 50 KLAY pada periode penjualan utama yang dimulai 2 Januari. Semuanya terjual habis dalam waktu singkat. 

Meski terdengar menjanjikan, kritikus budaya, Kim Hern Sik, memiliki kekhawatiran tentang masa depan NFT di industri film lokal. Yang ditakutkan, tren seperti ini tidak akan bertahan lama.

Jika industri film ingin NFT dijadikan sumber pendapatan stabil, menurutnya bakal penting untuk memiliki basis penggemar yang kuat dari konten yang dijual.

"Untuk NFT agar diadopsi dalam budaya pop, harus ada basis penggemar yang kuat. Industri seperti K-pop punya basis penggemar kuat, dan hal-hal yang berhubungan dengan NFT dijual pada penggemar. Tapi ada juga pasar di mana mereka dijual ke orang-orang hanya untuk tujuan investasi," jelasnya.

Maka dari itu, film tetap harus punya daya tarik tinggi supaya mereka punya basis penggemar. Dampaknya, merchandise NFT mereka akan memiliki nilai untuk jangka waktu panjang.

Ia menambahkan, NFT bukanlah barang sekali pakai, sehingga perlu memiliki kekuatan yang bertahan lama supaya NFT punya arti. (*)

Related Articles
Tech
TikTok Tambah Informasi Lagu-Lagu Trending Terbaru berdasarkan Wilayah

Tech
Samsung Janjikan Fitur Baru di TV yang Bisa Digunakan untuk NFT

Tech
adidas Sukses Peroleh Rp 316 Miliar dari Penjualan NFT ‘Into the Metaverse’