Tech

Hacker Asal Korea Utara Berhasil Mencuri Rp 5,7 Triliun Crypto pada 2021

Jingga Irawan

Posted on January 16th 2022

Tahun 2021 menjadi era peningatan besar untuk cryptocurrency. Dengan nilai bitcoin meningkat 60 persen dan ethereum melonjak 80 persen. Jadi tak mengherankan kalau hacker Korea Utara memanfaatkan ekonomi crypto yang sedang booming.

Menurut perusahaan analisis blockchain Chainalysis, hacker asal Korea Utara mencuri USD 395 juta koin crypto (Rp 5,7 trilun) tahun lalu di tujuh intrusi ke dalam pertukaran cryptocurrency dan perusahaan investasi.

Jumlahnya meningkat hampir USD 100 juta dibandingkan pencurian tahun sebelumnya oleh kelompok hacker Korea Utara. Totalnya selama lima tahun terakhir menjadi USD 1,5 miliar dalam cryptocurrency saja. Tak termasuk ratusan juta lainnya yang telah dicuri dari sistem keuangan tradisional.

Sejumlah cryptocurrency yang dicuri itu kabarnya digunakan untuk membiayai pemerintahan Kim Jong-un—dan program senjatanya—meskipun ekonomi Korut sedang hancur karena terkena sanksi, terisolasi, dan sakit.

“Mereka sangat sukses,” kata Erin Plante, direktur senior investigasi di Chainalysis, yang laporannya menyebut 2021 sebagai tahun besar untuk pencurian cryptocurrency Korut.

Pertumbuhan dana curian juga mengikuti jumlah pencurian tahun lalu. Tujuh pelanggaran yang dilacak Chainalysis pada 2021 tiga lebih banyak dibandingkan 2020, meskipun kurang dari 10 serangan yang dilakukan hacker Korut pada 2018, ketika mereka mencuri USD 522 juta.

Meskipun Chainalysis menolak untuk menunjukkan korban pencurian yang dilacaknya tahun lalu, laporannya menuduh hacker Korut atas pencurian sekitar USD 97 juta aset crypto dari bursa Jepang Liquid.com pada Agustus, termasuk USD 45 juta di ethereum.

Chainalysis mengatakan pihaknya menghubungkan semua tujuh peretasan cryptocurrency 2021 ke Korut berdasarkan sampel malware, infrastruktur peretasan, dan mengikuti uang yang dicuri ke dalam kelompok alamat blockchain itu telah diperiksa kalau mereka dikendalikan oleh hacker Korea Utara.

Chainalysis mengatakan pencurian itu semua dilakukan oleh Lazarus, sekelompok hacker yang diyakini bekerja untuk pemerintah Korut. Tetapi perusahaan pelacak hacker lainnya menunjukkan kalau Lazarus terdiri dari banyak kelompok yang berbeda.

Perusahaan keamanan Mandiant setuju atas temuan Chainalysis bahwa mencuri cryptocurrency telah menjadi prioritas bagi hampir semua kelompok Korut yang dilacaknya.

Salah satu alasan para hacker senang pada cryptocurrency daripada bentuk kejahatan keuangan lainnya karena kemudahan mencuci uang digital.

Sampai industri mata uang crypto menemukan cara untuk mengamankan diri dari para peretas itu—atau untuk mencegah koin mereka dicuci dan diubah menjadi uang kertas yang bersih— peretasan masih akan terus bertambah.(*)

Related Articles
Tech
Kenapa Orang Rela Habiskan Miliaran Uang untuk Beli NFT?

Tech
Twitter Luncurkan Verifikasi Foto Profil NFT

Tech
Opera Meluncurkan Browser Crypto Khusus