Interest

Jangan Panik! Begini Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa di Berbagai Kondisi

Dwiwa

Posted on January 15th 2022

Sebagian masyarakat masih banyak yang tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat gempa bumi mengguncang. Hal ini terkadang membuat timbulnya korban jiwa lebih banyak ketika gempa terjadi.

Padahal memahami cara menyelamatkan diri saat gempa bumi sangat penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan gempa bumi karena dilewati oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yakni lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng pasifik. Guncangan gempa pun sangat sering terjadi, baik itu yang dirasakan atau hanya tercatat oleh seismograf.

Salah satu yang terbaru adalah gempa 6,7 SR yang terjadi di barat daya Lebak-Banten yang terasa hingga ke Jakarta dan Lampung. Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 1.231 rumah di Banten mengalami rusak akibat gempa ini.

Ketika gempa terjadi, prioritas pertama adalah menyelamatkan diri secepatnya dan jangan panik. Tetapi proses penyelamatan diri ini bisa berbeda-beda, tergantung sedang ada di mana saat gempa terjadi. Dilansir dari CNET, berikut hal-hal yang perlu kamu lakukan saat gempa mengguncang berdasarkan lokasi berada.

1. Cara menyelamatkan diri saat gempa di bangunan yang ramai

Ketika kalian berada di gedung yang ramai, hindari untuk bergegas ke pintu. Pasalnya, banyak orang pasti memikirkan hal yang sama dan berbondong-bondong menuju pintu untuk keluar.

Sebagai gantinya, berlindung lah dari rak, jendela, atau benda yang mungkin jatuh lainnya. Gunakan sesuatu untuk melindungi kepala dan leher dari serpihan.

2. Cara menyelamatkan diri saat gempa di luar ruangan

Ketika berada di luar ruangan, jauhi potensi bahaya seperti kabel listrik, gedung, pohon, dan tiang telepon. Tetapi kalian tetap harus berada di ruang terbuka dan tundukkan badan serendah mungkin da tutupi kepala dan leher sampai gempa berlalu.

3. Cara menyelamatkan diri saat gempa di kendaraan yang bergerak

Jika kalian sedang berada di mobil, tepikan kendaraan ke tepi jalan atau bahu jalan. Jauhi potensi bahaya, termasuk jalan layang, jembatan, dan kabel di atas kepala. Tetaplah di dalam mobil dan tarik rem parkir.

Ketika gempa berhenti, berjalanlah perlahan dan waspadai retakan trotoar, tiang atau kabel yang roboh dan jembatan atau jalan layang yang runtuh. Jika tidak aman untuk meninggalkan mobil, tunggu sampai bantuan tiba.

4. Cara menyelamatkan diri saat gempa di dekat laut

Jika kalian sedang berada di dekat laut, menjauhlah dengan berjalan bukan mengemudi. Jauhi air dan berhati-hati dengan puing-puing dan potensi bahaya. Jika kalian mengalami gempa bumi yang hebat, cobalah untuk berada sekitar 30 meter di atas permukaan laut atau 3 kilometer ke daratan untuk berjaga-jaga jika ada tsunami.

5. Cara menyelamatkan diri saat gempa di gedung bertingkat

Ketika berada di gedung bertingkat, angan meninggalkan gedung atau menggunakan lift jika listrik padam. Hindari juga untuk bergegas ke tangga darurat untuk segera keluar gedung karena itu bisa menyebabkan cidera atau penumpukan manusia yang berusaha menyelamatkan diri.

Hindari jendela, berada di dinding dan berdiri atau berlindung di dekat benda berat dan kaca. Tundukkan badan dan berlindunglah di bawah meja atau apa pun yang bisa melindungi ketika ada benda jatuh. Selain itu bisa juga dengan berlindung di dekat lift atau pondasi dari gedung dan lindungi bagian kepala dan leher.

Tetap tenang jika kalian terjebak. Pukul logam di dekatnya atau potongan benda atau obyek apa pun untuk menarik perhatian penyelamat.(*)

Pixabay/RoadLight

Related Articles
Interest
Belajar Tanggap Tsunami di World Tsunami Awareness Day

Interest
Desainer Indonesia Ini Jual Tas Berbahan Dasar Tulang Manusia dan Kulit Albino

Interest
Ilmuwan Serukan Pendekatan One Health untuk Iklim dan Mitigasi Penyakit