Current Issues

Ini Alasan Mengapa Karantina dari Luar Negeri Kini Hanya Perlu 7 Hari

Dwiwa

Posted on January 15th 2022

Aturan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri kembali berubah. Jika sebelumnya 7-10 hari - tergantung dari negara mana mereka datang – kini semua disamaratakan 7 hari dari negara manapun. Penyamarataan masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri ini menyusul penghapusan daftar 14 negara (dengan transmisi komunitas Omicron).

Kebijakan baru ini tercantum dalam SK KaSatgas No.3 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RTPCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, penerapan kebijakan ini didasarkan pada penelitian terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan juga sejumlah studi lain dari luar negeri.

Dia menjelaskan jika hasil studi tersebut menunjukkan bahwa varian Omicron disinyalir memiliki rata-rata kemunculan gejala yang lebi dini. Karena itu, karantina 7 hari sudah cukup efektif untuk mendeteksi kasus positif.

Wiku mengatakan jika masa inkubasi Covid-19 varian Omicron adalah 3 hari sejak pertama kali terpapar. Sebuah studi dari epidemiolog Jepang pun menunjukkan jika jumlah virus pada orang yang terinfeksi Covid-19 mencapai puncak pada hari ketiga sampai keenam setelah muncunya gejala.

Studi tersebut pun menyebut jika karantina 7 hari sudah cukup untuk mendeteksi gejala Covid-19 akibat varian Omicron. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Brandal dkk (2021) juga menemukan jika median dari masa inkubasi varian Omicron ialah 3 hari setelah pertama kali terpapar.

Sementara itu di Amerika Serikat, CDC sudah merevisi panduan masa karantina dari yang tadinya 10 hari menjadi 5 hari. Hal ini dikarenakan ditemukan bukti ilmiah bahwa kemampuan seseorang positif menulari orang lain terjadi pada awal infeksi, yakni pada hari ke 1-2 sebelum muncul gejala hingga 2-3 hari.

“Prinsip karantina ini adalah masa untuk mendeteksi adanya gejala karena ada waktu sejak seseorang tertular hingga menunjukkan gejala. Dengan demikian lolosnya orang terinfeksi ke masyarakat dapat dihindari,” jelas Wiku.

Selain itu, pemerintah saat ini juga sudah menerapkan upaya deteksi berlapis dengan entry dan exit test serta monitoring ketat distribusi varian Omicron dengan SGTF dan WGS yang sejalan dengan rekomendasi strategi multi-layered Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait perjalanan internasional.

Sebagai informasi, sebelumnya aturan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri di Indonesia adalah selama 10 x 24 jam untuk yang datang dari 14 negara yang dilarang. Tetapi mengingat varian Omicron kini sudah meluas ke 150 dari total 195 negara di dunia, larangan masuk bagi WNA dari 14 negara itu pun dihapuskan agar tidak menyulitkan pergerakan lintas negara.(*)

Foto: Pixabay/thedarknut

Related Articles
Current Issues
Dipangkas, Kini Pelaku Perjalanan Luar Negeri Hanya Perlu Karantina 7-10 Hari

Current Issues
Lawan Omicron, AS Sediakan 400 Juta Masker N95 dan Alat Tes Covid-19 Gratis

Current Issues
"Covid-19 Ringan" Tak Selalu Ringan, Ini Tips Pemulihan dan Isolasi di Rumah