Tech

Khawatir Dimata-matai, Atlet AS di Olimpiade Beijing 2022 Disarankan Tak Bawa HP

Jingga Irawan

Posted on January 15th 2022

Tim atlet AS yang akan ikut Olimpiade Beijing 2022 disarankan untuk menggunakan telepon sekali pakai atau "Burner,” daripada membawa smartphone pribadi mereka sendiri ke Tiongkok untuk menghindari potensi pengawasan pemerintah Tiongkok.

Pedoman itu, yang dikirim oleh Komite Olimpiade & Paralimpiade Amerika Serikat, memperingatkan para atlet bahwa semua komunikasi, transaksi, dan aktivitas online mereka dapat tunduk pada pemantauan negara saat berada di Tiongkok.

Dokumen-dokumen tersebut, yang didapat oleh The Wall Street Journal, dan USA Today, juga dilaporkan memperingatkan para atlet kalau perangkat mereka dapat menjadi sasaran malware atau spyware berbahaya.

“Meskipun ada dan semua perlindungan yang diberlakukan untuk melindungi sistem dan data yang dibawa ke Tiongkok, harus diasumsikan bahwa semua data dan komunikasi di Tiongkok dapat dipantau, dikompromikan, atau diblokir,” kata dokumen tersebut menurut USA Today.

Jika atlet memutuskan untuk membawa perangkat pribadi sendiri, komite merekomendasikan agar mereka menghapus data pribadi apa pun sebelumnya.

AS tak sendirian dalam hal ini. Dalam beberapa hari terakhir, asosiasi Olimpiade untuk Australia, Inggris, dan Belanda semuanya telah mengeluarkan peringatan keamanan siber serupa kepada atlet mereka.

"Kami telah memberikan saran praktis kepada para atlet dan staf sehingga mereka dapat membuat pilihan sendiri apakah mereka membawa perangkat pribadi mereka ke Olimpiade, atau tidak," kata juru bicara Asosiasi Olimpiade Inggris kepada The Guardian.

“Apabila mereka tak ingin mengambil peralatan mereka sendiri, kami telah menyediakan perangkat sementara untuk mereka gunakan.”

Berita tentang peringatan keamanan ini keluar sekitar satu minggu setelah Gedung Putih mengumumkan boikot diplomatik terhadap acara Olimpiade itu. Kanada, Inggris, dan Australia juga melakukan boikot diplomatik serupa beberapa hari kemudian.

Surat kabar Global Times milik pemerintah Tiongkok baru-baru ini menerbitkan sebuah opini sebagai tanggapan terhadap boikot dan kekhawatiran internasional. Global Times menyebut tindakan negara Barat “berdasarkan berita palsu, ketidaktahuan, dan kemauannya sendiri.”

Kekhawatiran seputar pengawasan pada Olimpiade Beijing 2022 tak sepenuhnya baru, tetapi hal itu menandai langkah besar AS untuk menawarkan peringatan keamanan siber.

Bukan hanya pada atlet. Akhir tahun lalu, kelompok Reporters Without Borders memberikan peringatan serupa kepada wartawan yang ingin meliput acara tersebut. Dalam hal itu, RWB menyarankan wartawan untuk tak mengunduh aplikasi Tiongkok yang berpotensi memungkinkan pemantauan pemerintah.(*)

Foto: China News Service (Getty Images)

Related Articles
Tech
Tak Sertakan Charger di iPhone 12, Pelajar Tiongkok Tuntut Apple

Tech
Harga Makin Murah, Pengiriman Ponsel 5G Asal Tiongkok Naik Tajam Sepanjang 2021

Tech
Google Ternyata Masih Iklankan Beberapa Aplikasi "Stalkerware", Apa Itu?