Current Issues

Jika Terinfeksi Omicron, Kapan Kita Bisa Menularkannya ke Orang Lain?

Dwiwa

Posted on January 13th 2022

Banyak dari kita yang mungkin bertanya-tanya, kapan waktu paling menular seandainya kita terinfeksi virus Covid-19 varian Omicron. Sayangnya, bukti soal ini masih belum jelas.

Namun menurut Associated Press (AP), beberapa data awal menunjukkan penularan Omicron lebih cepat daripada dengan varian sebelumnya. Bisa jadi sehari setelah infeksi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan orang dengan virus Corona paling menular dalam beberapa hari sebelum dan setelah gejala berkembang. Namun menurut beberapa ahli, jendela waktu itu mungkin terjadi lebih awal pada Omicron

Itu karena menurut studi pendahuluan, Omicron tampaknya menyebabkan gejala lebih cepat daripada varian sebelumnya –rata-rata sekitar tiga hari setelah infeksi. Berdasarkan data sebelumnya, itu berarti penderita Omicron bisa mulai menular sehari setelah terinfeksi.

Dengan varian sebelumnya, orang menjadi menular dua sampai empat hari setelah infeksi. Bahkan orang-orang masih tetap menular beberapa hari setelah gejala mereda.

Para peneliti mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah periode inkubasi yang lebih pendek untuk Omicron diterjemahkan menjadi penularan lebih awal. Tapi itu akan membantu menjelaskan penyebaran varian yang begitu cepat.

Dr Amy Karger dari University of Minnesota Medical School merekomendasikan agar orang menguji diri mereka sendiri pada tiga hari dan lima hari setelah paparan jika memungkinkan.

"Banyak orang menjadi positif pada hari ketiga," kata Karger, mengacu pada Omicron. "Pada dasarnya ada peluang di sini untuk mendapatkan orang (yang terinfeksi) lebih awal daripada yang dilakukan dengan varian lainnya."

Jika kalian hanya memiliki satu alat tes, tidak apa-apa menunggu sampai hari kelima, kata Karger. Orang yang memiliki gejala Covid-19 harus segera dites jika memungkinkan. Tes yang dilakukan di laboratorium lebih sensitif daripada tes cepat sehingga mereka harusnya dapat mendeteksi virus pada hari ketiga setelah terpapar, jika tidak lebih awal.

Orang yang tidak mengalami gejala umumnya memiliki tingkat virus yang jauh lebih rendah, jadi tidak jelas kapan atau apakah mereka menjadi menular. Namun, mereka yang dites positif tetapi tidak memiliki gejala harus mengisolasi selama sepuluh hari dan menunjukkan hasil Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) negatif dua kali, berdasarkan aturan terbaru dari Kementerian Kesehatan.

Orang dengan gejala harus tetap diisolasi setidaknya selama sepuluh hari ditambah sampai mereka bebas demam dan gangguan pernapasan setidaknya selama 3x24 jam.  Hasil NAAT juga harus negatif dua kali.(*)

Pixabay/fernandozhiminaicela

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan Identifikasi Varian Versi Siluman dari Omicron, BA.2, Apa Itu?

Current Issues
"Covid-19 Ringan" Tak Selalu Ringan, Ini Tips Pemulihan dan Isolasi di Rumah

Current Issues
Jangan Terjebak dengan Covid-19 “Ringan”, Gejalanya Tak Seenteng Kedengarannya