Current Issues

Bisa Nggak Sih Masker N95 dan KN95 Digunakan Kembali?

Dwiwa

Posted on January 13th 2022

Di sejumlah negara, misalnya Amerika Serikat, para ahli kesehatan telah meminta masyarakat untuk menukar masker kain dengan masker N95 atau KN95. Para ahli pun banyak yang menjelaskan jika masker sekali pakai ini sebenarnya bisa digunakan kembali.

Imbauan itu disampaikan karena Omicron jauh lebih menular daripada varian virus corona lain yang diketahui. Bahkan, bisa dengan cepat menular meskipun orang telah menggunakan masker kain tebal.

Pakar kesehatan Linsey Marr, seorang peneliti di Virginia Tech kepada NPR mengatakan jika masker kain memang tidak akan cocok dengan Omicron. Hal itu yang membuat orang-orang semakin banyak yang membeli masker N95 atau KN95.

Dilansir dari USA Today, meskipun masker N95 dan KN95 dibuat hanya untuk sekali pakai, namun panduan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan orang bisa menggunakannya beberapa kali.

Lalu berapa kali kita dapat menggunakan kembali masker dan bagaimana cara terbaik untuk menyimpan dan membersihkannya?

Pedoman CDC merekomendasikan masker N95 dan KN95 tidak digunakan lebih dari lima kali. Tetapi beberapa ahli memberikan tips bagaimana untuk bisa menggunakannya lebih lama dan menjaganya tetap bersih.

Dr. Joseph Gastaldo, seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit menular dengan OhioHealth mengatakan kepada USA Today bahwa dia merekomendasikan setiap orang untuk membeli satu pak N95 dan melakukan rotasi saat mereka memakai setiap masker.

“Jika kalian melakukan rotasi masker, mencuci tangan, dan menyimpannya dengan baik, kalian bisa menggunakannya setidaknya lima kali,” ujar Gastaldo.

Gastaldo mengatakan membersihkan tangan kalian sebelum menyentuh masker sangat penting dan menyimpannya di luar atau dalam “panas” akan membantu menjaga masker tetap kering dan bersih. Dr. Sabrina Assoumu, seorang dokter penyakit menular di Boston Medical Center menggemakan rekomendasi yang sama.

“Untuk N95, kami sarankan kalian mengganti (masker) setiap hari. Tapi, kamu bisa melakukan rotasi. Jika kalian memiliki tiga masker (misalnya), kalian dapat memberi nomor dan menggantinya,” ujar Assoumu.

Dia menambahkan, ada sejumlah tanda-tanda kapan harus membuang masker N95 atau KN95. Misalnya saja mulai longgar, tali pengikat molor, atau masker rusak.

CDC mengatakan setiap kali kalian memakai dan melepas masker N95, talinya longgar dan akhirnya tidak mampu menghasilkan kekuatan yang cukup untuk membuat segel rapat dengan wajah.

Kemudian untuk cara penyimpanannya, CDC menjelaskan salah satu strategi terbaik untuk membersihkan masker N95 dapat dipanaskan pada suhu maksimum 158 derajat Fahrenheit selama 60 menit. Dasarankan untuk menggantung masker di oven menggunakan jepitan kayu atau plastik.

Masker N95 juga bisa dikukus dan direbus jika tali plastiknya tidak ikut tercelup. Tidak disarankan menggunakan sabun atau air untuk membersihkan masker.

“Banyak orang akan menyimpan masker mereka di dalam kantong kertas coklat untuk menjauhkannya dari kotoran dan kuman di permukaan. Yang lain akan menyimpannya di luar di tempat yang panas untuk membunuh kuman dan menjaganya tetap kering,” kata Gastaldo. “Semua pembersihan ini akan memastikan kalian dapat menggunakan masker N95 dan KN95 lebih lama.” (*)

Pixabay/viarami

Related Articles
Current Issues
CDC Sebut Masker Ini Paling Ampuh untuk Mencegah Penyebaran Omicron

Current Issues
Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Saatnya Memperbarui Masker

Current Issues
Lawan Omicron, AS Sediakan 400 Juta Masker N95 dan Alat Tes Covid-19 Gratis