Tech

Dunia Masih Beralih Ke 5G, Tiongkok Sudah Siapkan Inovasi 6G

Jingga Irawan

Posted on January 13th 2022

Tiongkok terus berupaya selangkap lebih cepat dalam hal teknologi. Ketika dunia kini masih berupaya mempercepat penerapan teknologi 5G, Tiongkok malah sudah berupaya meningkatkan dukungan inovasi 6G. Mereka siap mengenalkan standardisasi internasional 6G dalam rangka memajukan ekonomi digital pada 2025. 

Tiongkok akan melakukan tata letak cadangan teknologi jaringan 6G yang lebih canggih, dan meningkatkan dukungan untuk penelitian dan pengembangan teknologi 6G, serta berpartisipasi aktif dalam promosi standardisasi internasional 6G.

Disebutkan bahwa Tiongkok akan secara aktif dan mantap mempromosikan evolusi dan peningkatan infrastruktur informasi ruang angkasa, mempercepat penyebaran jaringan komunikasi satelit, dan mempromosikan pembangunan internet bertenaga satelit.

"Dunia kemungkinan akan menyetujui standar 6G sekitar tahun 2028, dan mulai 2020-2025, Tiongkok kemungkinan akan fokus bekerja untuk mengusulkan standar 6G serta penelitian teknologi yang relevan," kata analis teknologi independen, Xiang Ligang.

"Negara ini tak akan ketinggalan dalam pengembangan 6G pada tahap apa pun, baik dalam penelitian teknis atau pembangunan infrastruktur."

Sebuah laporan baru-baru ini yang dirilis oleh Pusat Informasi Jaringan Internet Tiongkok menunjukkan bahwa negara itu telah menjadi sumber utama untuk aplikasi paten di bidang inovasi 6G.

Xiang juga mengatakan bahwa dorongan teknologi 6G memerlukan pembentukan jaringan satelit yang rumit, dan Tiongkok mungkin akan segera meluncurkan lebih banyak satelit orbit rendah Bumi untuk membuat persiapan strategi 6G-nya.

Pengamat memperingatkan bahwa pengembangan 6G menghadapi banyak tantangan, karena akan sulit untuk membentuk standar 6G internasional dari perspektif politik, mengingat persaingan dari pemerintah AS.

Pejabat pemerintah Tiongkok dan pakar industri mengatakan kalau negara itu akan berusaha untuk merumuskan standar untuk 6G ultracepat, memajukan inovasi dan merangkul keterbukaan dan kemitraan yang saling menguntungkan.

Selain 6G, rencana tersebut juga mendorong Tiongkok mempercepat pembangunan sistem pusat data besar terintegrasi nasional dengan koordinasi daya komputasi, algoritme, data, dan sumber daya aplikasi di seluruh negeri.

Menurut rencana yang diluncurkan oleh Dewan Negara, kabinet Tiongkok, nilai tambah industri inti ekonomi digital akan mencapai 10 persen dari PDB pada tahun 2025, dan transformasi digital industri akan mencapai rekor baru.

Xiang Ligang, mengatakan kalau tujuan 10 persen akan sangat mudah dicapai, mengingat kecepatan perkembangan digital Tiongkok saat ini, dan negara itu seharusnya tak mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Ekonomi digital Tiongkok telah membuat kemajuan yang nyata, dengan berbagai teknologi digital memainkan peran yang semakin besar dalam mendukung munculnya ekonomi dari pandemi Covid-19.

Tiongkok memiliki ekonomi digital terbesar kedua di dunia dengan nilai USD 5,4 triliun pada tahun 2020, tepat di belakang AS dengan ekonomi digitalnya sebesar USD 13,6 triliun.

"Sebagian besar nilai tambah harus datang dari konversi industri tradisional menjadi industri digital dengan bantuan teknologi canggih, seperti kendaraan energi baru dan pelabuhan cerdas," kata Xiang.(*)

Artikel Terkait
Tech
Harga Makin Murah, Pengiriman Ponsel 5G Asal Tiongkok Naik Tajam Sepanjang 2021

Current Issues
Jaringan 5G Belum Sampai di Indonesia, Tiongkok Sudah Bicara 6G

Tech
SpaceX Akan Angkut Manusia ke Mars 10 Tahun Lagi