Tech

Penjualan NFT Mencapai Rp 357,5 Triliun pada 2021

Jingga Irawan

Posted on January 12th 2022

Dari kartun kera hingga klip video, penjualan NFT mencapai sekitar USD 25 miliar (Rp 357,5 triliun) sepanjang 2021 karena aset crypto tiba-tiba sangat booming. Menurut data dari pelacak pasar DappRadar, meskipun penjualannya mencatatkan angka fantastis, ada tanda-tanda pertumbuhan NFT melambat menjelang akhir tahun ini.

Harga beberapa non-fungible token, aset crypto yang mewakili barang digital seperti gambar, video, atau bahkan tanah di dunia virtual, naik begitu cepat tahun lalu sehingga banyak pemain aset digital mendapatkan keuntungan dalam beberapa hari.

Dunia seni akhirnya menemukan cara cepat mendapatkan uang, dengan menjual NFT yang mewakili kartun sederhana seharga jutaan dolar tanpa benda fisik berpindah tangan. Salah satu karya seni NFT memecahkan rekor USD 69,3 juta (Rp 991 miliar) pada penjualan di Christie bulan Maret 2021.

Sementara itu, beberapa merek top dunia, termasuk Coca Cola dan Gucci, juga telah menjual NFT.

Menurut DappRadar, volume penjualan NFT mencapai USD 24,9 miliar pada 2021, dibandingkan dengan hanya USD 94,9 juta pada tahun sebelumnya. DappRadar mengumpulkan data di sepuluh blockchain yang berbeda, yang digunakan untuk merekam siapa yang memiliki NFT.

Perkiraan volume bervariasi menurut penyedia data yang berbeda, tergantung pada apa yang disertakan. Transaksi yang berlangsung off-chain, seperti penjualan seni NFT besar di rumah lelang, sering kali tak disertakan dalam data.

CryptoSlam, yang juga melacak beberapa blockchain, mengatakan penjualan total pada 2021 adalah USD 18,3 miliar. Sementara itu, NonFungible.com, yang melacak blockchain ethereum saja, mencatat penjualan 2021 pada USD 15,7 miliar.

Jumlah uang itu, yang dihabiskan untuk NFT pada 2021, kira-kira setara dengan jumlah yang dijanjikan pada COP26 untuk membantu negara-negara menghentikan penggunaan batu bara, atau dana yang disediakan oleh Bank Dunia untuk membeli dan menyebarkan vaksin Covid-19.

Menurut data dari pasar NFT terbesar, OpenSea, mencatat penjualan memuncak pada Agustus, kemudian menurun pada September, Oktober dan November sebelum meningkat lagi pada bulan Desember. Sekitar 28,6 juta dompet memperdagangkan NFT pada tahun 2021, naik dari sekitar 545.000 pada tahun 2020.

Sebagian kecil orang melihat NFT sebagai masa depan kepemilikan di dunia online, membeli NFT sebagai bentuk kepercayaan dalam pengembangan Web3 atau metaverse, yang lain bingung mengapa begitu banyak uang dihabiskan untuk barang-barang yang tak secara fisik ada.

Menurut NonFungible.com., sementara penjualan NFT paling mahal yang diketahui adalah USD 69,3 juta, kisaran harga umum sebenarnya adalah USD 100 hingga USD 1.000.

Layaknya crypto, NFT paling langka juga sangat fluktuatif. Harga jual rata-rata gambar CryptoPunk naik dari sekitar USD 100.000 di bulan Juli menjadi hampir USD 500.000 di bulan November. Pada Desember turun menjadi sekitar USD 350.000.

Foto: Bored Ape Yacht Club (The Guardian)

Artikel Terkait
Tech
adidas Sukses Peroleh Rp 316 Miliar dari Penjualan NFT ‘Into the Metaverse’

Tech
‘NFT’ Jadi Word of the Year Versi Collins Dictionary Tahun 2021

Tech
Sosok di Balik NFT Bored Apes Yacht Club Akhirnya Terungkap!