Current Issues

Molnupiravir Dapat Izin BPOM, Bagaimana Efektivitasnya Melawan Omicron?

Dwiwa

Posted on January 11th 2022

Pil Covid-19 Molnupiravir telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebanyak 400 ribu tablet pil antivirus yang dikembangkan Ridgeback Biotherapeutics dan Merck & Co Inc ini sudah tiba di Indonesia.

Selain di Indonesia, pil tersebut juga telah menerima otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) bulan lalu. Serta di beberapa negara lain seperti Inggris, Jepang, dan India. Dengan berbagai negara termasuk AS menandatangani perjanjian untuk membeli obat tersebut.

Tetapi dengan munculnya varian Omicron, bagaimana efektivitas dari pil antivirus oral ini?

Dilansir dari Reuters, seorang eksekutif perusahaan Merck mengatakan jika pil oral Covid-19 tersebut memiliki mekanisme aksi yang dapat bekerja melawan Omicron dan varian lainnya.

Data tentang efek molnupiravir terhadap Omicron belum tersedia. Tetapi pil itu terbukti 30 persen efektif dalam mengurangi rawat inap dan kematian. Hal ini berdasarkan data dari 1.433 pasien yang dirilis pada bulan November. Tetapi data ini menunjukkan efektivitas yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka sebelumnya yaitu 50 persen.

Molnupiravir bukan satu-satunya pil Covid-19 yang tersedia saat ini. Pil Covid-19 juga sedang dikembangkan oleh Pfizer. Pil yang diberi nama Paxlovid ini bahkan diklaim mampu mencegah tingkat kematian hingga 90 persen, serta mengurangi potensi rawat inap sampai 70 persen.

Pil Covid-19 tersebut juga tak luput dari perhatian Kementerian Kesehatan. Kabarnya, Paxlovid juga sudah dibeli oleh pemerintah dan dijadwalkan akan datang di bulan ini. (*)

Foto: Merck & Co Inc/Handout via Reuters

Related Articles
Current Issues
Pfizer Sebut Pil Covid-19 Hampir 90 Persen Lindungi dari Rawat Inap dan Kematian

Current Issues
Pil Covid-19 Pfizer Dapat Izin Penggunaan Darurat di AS, Bisa Digunakan di Rumah

Current Issues
Pil Covid-19 Molnupiravir Bakal Datang Desember, Menkes: Harga di Bawah Sejuta