Current Issues

Inilah Lima Vaksin Booster Covid-19 dan Efek Sampingnya ke Tubuh

Dwiwa

Posted on January 11th 2022

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat alias Emergency Use Auhorization (EUA) untuk lima vaksin booster untuk lima vaksin, yakni CoronaVac, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Zifivax.

Kelima vaksin ini mendapatkan EUA dari BPOM sebagai booster setelah melalui proses-proses evaluasi bersama Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19. Serta sudah mendapat rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Program vaksinasi booster akan dimulai Rabu (12/1). Ada dua skema pemberian vaksin, yakni heterologous dan homologous. Heterelogous artinya vaksin booster akan berbeda dengan vaksin primer. Sedangkan homologous berarti dosis 1-3 menggunakan vaksin yang sama.

Vaksin-vaksin tersebut juga sudah terbukti dapat meningkatkan titer antibodi Covid-19 dengan tingkat yang berbeda-beda. Lalu bagaimana dengan efek sampingnya?

AstraZeneca
Efek samping dari vaksin booster AstraZeneca dilaporkan hanya bersifat ringan dan sedang. Sebanyak 55 persen mengalami efek samping ringan dan 37 persen sedang.

CoronaVac PT Bio Farma
Berdasarkan hasil uji klinis, efek samping yang muncul dari penggunaan vaksin ini sebagai booster tergolong cukup ringan. Orang yang disuntik booster ini biasanya merasakan nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyer otot, nyeri sendi, demam dengan tingkat keparahan grade 1-2.

Pfizer
Efek samping yang timbul dari pemberian dosis ketiga Pfizer mirip dengan CoronaVac. Suntikan vaksin ini menyebabkan reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, demam dengan tingkat keparahan grade 1-2.

Moderna
Vaksin berbasis mRNA ini secara umum juga masih bisa ditoleransi dengan baik. Reaksi lokal maupun sistemik cukup ringan dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2. Efek samping yang banyak muncul di antaranya nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan menggigil.

Zifivax
Vaksin yang digunakan sebagai booster untuk individu yang mendapat vaksin primer Sinovac dan Sinopharm ini juga tergolong ringan. Efek samping lokal yang umum dirasakan adalah nyeri pada tempat suntikan. Selain itu, ada juga beberapa efek samping sistemik seperti mual, diare, kelelahan, sakit kepala, demam, nyeri otot, batuk dengan derajat keparahan 1 dan 2. (*)

Foto: Pixabay/Alexandra_Koch

Artikel Terkait
Current Issues
5 Vaksin Booster Covid-19 Dapat Izin BPOM, Apa Saja?

Current Issues
Perlu Nggak sih Pake Masker Kalau Sudah Divaksin Covid-19?

Current Issues
Tiga Jenis Vaksin yang Diklaim Paling Ampuh Jadi Booster Sinovac