Interest

Publik Korea Diskusikan Cara Penghitungan Umur, Perlu Diganti?

Delima Pangaribuan

Posted on January 11th 2022

Penikmat budaya pop Korea umumnya udah paham sama penghitungan umur di sana. Memang penghitungan umur Korea Selatan berbeda dengan umur internasional. Namun, setelah memasuki masa pandemi ini, publik Korsel mulai sadar 'masalah' yang ditimbulkan penghitungan umur unik ini. Makanya muncul wacana untuk menggantinya.

Seperti dijelaskan AllKpop, penghitungan umur di Korea Selatan ada tiga. Pertama, sesuai umur internasional (tapi biasanya nggak dipakai di Korsel). Kedua, ditambah satu tahun. Soalnya sejak bayi dikandung, umurnya sudah dihitung. Jadi begitu lahir, umurnya sudah dianggap satu tahun. Contohnya, harusnya umur kita masih 22 tapi sudah dihitung 23 kalau di Korsel.

Ketiga, penghitungan sesuai tahun lahir. Apa bedanya sama yang kedua? Kalau yang kedua adalah umur yang dihitung berdasarkan tanggal lahir. Sedangkan ini berdasarkan tahun lahir. Ini agak unik karena hanya terjadi di Korsel. Semua orang di sana otomatis 'bertambah usia' satu tahun begitu memasuki 1 Januari.

Misalkan kamu lahir 31 Desember 2000, normalnya kamu baru berusia 21 tahun sekarang. Tapi di Korea, kamu sudah 23 tahun. Soalnya, kamu anak angkatan 2000 dan usiamu sudah dihitung bertambah satu tahun lagi begitu memasuki 1 Januari.

Penghitungan ini kemudian menimbulkan kebingungan begitu memasuki masa pandemi. Soalnya Korsel harus mengikuti aturan internasional dalam hal vaksinasi dan karantina. Salah satunya soal pemberian vaksin bagi anak-anak di atas usia 12 tahun.

Nah lho, anak usia 12 tahun di Korsel dan internasional ternyata beda. Kalau di negara lain, artinya yang lahir sebelum 2010. Tapi kalau di Korsel, anak kelahiran 2012 pun bisa jadi memenuhi syarat dapat vaksin. Ini belum termasuk aturan tentang batas usia mereka yang bisa dapat quarantine pass dan bepergian ke luar negeri.

Hal ini kemudian memunculkan diskursus di publik tentang perlukah mengganti penghitungan umur. Mengutip AllKpop, perusahaan polling Realmeter pada 2016 menemukan 44 persen publik ingin ada penyesuaian penghitungan umur, disamakan dengan internasional saja. Namun, persentase publik yang ingin pakai usia Korea nan unik ini lebih tinggi. Yakni mencapai 46,8 persen. 

Hasilnya jauh berbeda pada 2021, setelah pandemi berlangsung dua tahun. Sebanyak 83,4 persen menginginkan Korea menggunakan umur standar internasional saja berdasarkan tanggal lahir. Nggak perlu pakai tambah satu tahun, tambah dua tahun... 

Tapi ini masih sebatas wacana publik. Belum jelas apakah nantinya Korsel akan mengubah sistem penghitungan umurnya secara nasional. (*)

(Foto: Lingodeer)

Related Articles
Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Interest
Angka Kematian Coronavirus di Vietnam Nol, Ini 4 Rahasianya

Interest
Sekarang Fitur Instagram Live Bisa via Desktop, Gak Perlu Pakai Plugins