Tech

Harga Bitcoin Jatuh di Awal Tahun, Ini Penyebabnya Utamanya!

Jingga Irawan

Posted on January 11th 2022

Senin (10/11), harga bitcoin anjlok hinggai USD 40.000 baru karena crash crypto pertama tahun ini terus berlanjut.

Sebelumnya, selama sebulan lalu, harga bitcoin stabil diperdagangkan di kisaran USD 50.000 Tetapi kejatuhan cryptocurrency di mulai pada Rabu malam (5/1).

Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga AS dan protes serta gejolak politik di Kazakhstan terkait operasi penambangan crypto yang cukup besar di negara itu, tampaknya menjadi faktor yang mendorong penurunan awal harga bitcoin. Karena pasar tradisional dan crypto saat ini juga bersaing dengan dampak Covid-19 pada pemulihan ekonomi global.

Peneliti Universitas Cambridge memperkirakan Kazakhstan menjadi rumah terbesar kedua di dunia untuk penambangan crypto setelah Tiongkok yang menghentikan operasi penambangan.

Secara keseluruhan pasar cryptocurrency turun 4,71 persen 24 jam terakhir menurut Coinbase. Detilnya, perdagangan bitcoin turun 4,3 persen, ethereum sebesar 5 persen dan Solana lebih dari 7 persen karena aksi buang besar-besaran berlanjut.

Mengapa crypto turun hari ini?

Harga bitcoin menikmati kenaikan dengan mendekati nilai USD 70.000 pada awal November karena investor berharap untuk melihat kapitalisasi pasar cryptocurrency senilai USD 1 triliun tetap kokoh di tempat menjelang periode perdagangan yang bergejolak.

Tetapi anjlok di bawah USD 50.000 terjadi pada akhir 2021 karena pasar AS dan Inggris berjuang untuk menghadapi kekhawatiran baru atas Covid-19, varian Omicron, dan inflasi yang tinggi.

Penurunan harga bitcoin terbaru terjadi ketika aksi jual tajam terjadi pada pasar saham Nasdaq hari Rabu (5/1). Hal ini dikarenakan bank sentral AS, rumah cryptocurrency pertama, menjauh dari kebijakan moneter pandemi Covid-19 dengan kenaikan suku bunga dan potensi pemotongan pada sekuritas untuk menyusutkan neracanya.

Kondisi itu diperparah saat cryptocurrency juga mendapat pukulan besar karena operasi penambangan crypto di Kazakhstan, yang telah berkembang biak sejak Tiongkok melarang penambangan cryptocurrency di negara itu, turun karena pemutusan listrik.

Negara itu telah terjerumus ke dalam kekacauan politik, setelah keputusan pemerintah Kazakh untuk mengizinkan harga pasar mengatur harga bahan bakar di negara itu membuat harga gas minyak cair berlipat ganda. Sikap itu memicu protes massal atas ekonomi dan hak asasi manusia di negara itu dalam beberapa hari terakhir.

Pemadaman internet juga terjadi pada hari Rabu (5/1), menurut laporan oleh organisasi pemantau gangguan internet NetBlocks, dengan operasi penambangan crypto yang terhenti tercermin dalam penurunan hashrate bitcoin.(*)

 

Artikel Terkait
Tech
Bagaimana Gen Z Bisa Terpikat pada Cryptocurrency dan NFT?

Tech
Intel Bikin Chip Khusus untuk Menambang Crypto, Diklaim Lebih Hemat Energi

Tech
Opera Meluncurkan Browser Crypto Khusus