Lifestyle

Berusia 20-an? Hal Ini Wajib Kalian Lakukan Agar Tetap Fit Saat Tua

Dwiwa

Posted on January 9th 2022

Usia 20-an sering menjadi masa di mana kita merasa paling bugar dan bisa melakukan banyak hal tanpa banyak kekhawatiran karena masa pemulihan lebih cepat. Selain itu, di usia ini kebiasaan makan juga bukan menjadi prioritas.

Padahal, meskipun di masa ini tubuh dan pikiran sedang dalam posisi puncak, tetapi dekade ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mulai melindungi kesehatan kita.

Dilansir dari The Irish Time, hal terpenting untuk dipelajari tentang makan di usia 20-an adalah bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk membentuk kebiasaan kita berolahraga, apa yang kita makan, dan bagaimana kita makan.

“Di usia 20-an, banyak orang merasa tak terkalahkan. Rasa sakit dan nyeri karena usia tua tidak ada. Ini adalah saat ketika banyak orang menyelesaikan kuliah atau memulai pekerjaan pertama mereka. Biasanya lebih sedikit tidur dan banyak keluar malam. Ini juga bisa menjadi saat orang pindah dari rumah keluarga dan mulai masak sendiri. Semua faktor ini dapat menyebabkan pilihan makanan yang buruk pada saat kebiasaan hidup harus diciptakan,” ujar Katherine O’Lughlin, ahli gizi yang berspesialisasi dalam klinik kesehatan di tempat kerja.

Sangat mudah berpikir bahwa mie instan, takeaways dan makan malam ekstra tidak berbahaya di tahun-tahun kuliah kita. Kita bisa minum alkohol lebih banyak, makan junk food, dan mungkin kurang olah raga.

Tetapi tahun-tahun dan kebiasaan ini akan berdampak pada bagaimana tubuh kita memproses makanan ini di masa depan. Nutrisi dapat dengan mudah diabaikan tetapi membentuk kebiasaan yang baik mulai sekarang akan memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan kita di tahun-tahun mendatang.

“Pola makan harus memberi kalian nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal. Ini adalah poin yang hilang pada banyak orang, terutama yang berusia 20-an. Saat ini ada orang yang menderita gizi buruk meskipun kalori harian cukup. Masalahnya adalah mereka tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan dari makanan yang mereka makan. Di usia 20-an, kita perlu mempertimbangkan seperti apa hidup kita di usia tua,” ujar O’Loughlin.

Selama usia 20-an lebih mudah membangun otot dan jaringan ikat yang kuat karena kita sedang membangun fondasi untuk tubuh kita. Faktanya, hingga kita berusia 25 tahun, tubuh kita masih membangun tulang, menjadikannya waktu yang ideal untuk memfokuskan kebiasaan makan kita dengan baik untuk terus membangun tulang yang kuat.

Ini adalah dekade ketika kita mungkin paling aktif. Memasukkan diet vitamin dan mineral yang sehat akan membantu mempertahankan gaya hidup energik dan pada akhirnya mengurangi kemungkinan terkena osteoporosis di kemudian hari.

Apalagi, usia 20-an adalah saat kepadatan tulang kita berkembang dan akan mencapai puncaknya sekitar usia 30-an. Kesehatan tulang sendiri dipengaruhi berbagai faktor, tetapi dari segi nutrisi, kalian harus memasukkan makanan yang mengandung kalsium. Di antaranya produk susu, salmon kaleng (dengan tulang), kangkung, tahu, dll.

Tetapi yang perlu diingat, tubuh membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium, karena itu kalian juga harus memperhatikan asupan vitamin D. Untungnya, sumber terbaik dari vitamin ini adalah sinar matahari yang kita dapat sepanjang tahun di Indonesia.

Sementara itu, pola makan yang tidak sehat dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan risiko tertentu yang bisa memicu penyakit jantung, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit koroner.

Penyakit jantung dipengaruhi banyak faktor, tetapi dari segi nutrisi, apa yang paling sering dimakan akan menjadi yang paling penting. O’Loughlin menyarankan untuk lebih banyak makanan biji-bijian utuh, berbagai jenis tanaman, dengan atau tanpa daging, ikan, dan unggas.

Untuk pilihan makanan terbaik di usia 20-an, itu tergantung dari apa tujuan dari diet kalian. Di usia ini otak masih berkembang dan sedang mempersiapkan tubuh untuk reproduksi. Selain itu, tentu kalian ingin menghindari penyakit kronis seperti diabetes, sarkopenia, osteoporosis dan penyakit jantung di kemudian hari.

Jadi, lakukan diet seimbang yang mencakup protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin serta mineral yang cukup. Batasi makanan olahan dan tepung olahan. Kalian juga harus memasukkan karbohidrat komplek seperti beras merah dan ubi jalar ke dalam diet agar tubuh mempertahankan energi alami untuk gaya hidup aktif di usia 20-an.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata O’Loughlin. “Ini bukan tentang melakukan diet selama enam atau delapan minggu, tetapi menciptakan kebiasaan sehat yang akan mengikuti dari dekade ke dekade. Faktor gaya hidup, khususnya nutrisi dan olahraga, memainkan peran penting dalam kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan tetapi merupakan efek kumulatif. Apa yang kalian lakukan di usia 20-an dapat menentukan kualitas hidup di tahun-tahun berikutnya.” (*)

Foto: Pixabay/francycrave1

Related Articles
Lifestyle
Catat! 3 Kebiasaan Ini Bakal Bikin Masa Remajamu Tetap Sehat

Lifestyle
Ingin Bakar Kalori dengan Berjalan? Ini Cara Paling Efektif

Lifestyle
Tak Perlu Ribet, Ini Cara Gampang Turunkan Berat Badan