Interest

Tak Banyak Dibicarakan, Ini Sejumlah Gangguan Ortopedi Akibat Covid-19

Dwiwa

Posted on January 9th 2022

Selama ini, kita sering mendengar orang-orang membicarakan dampak kesehatan apa saja yang dialami jika terpapar Covid-19. Dan, sebenarnya ada beberapa bahaya kesehatan yang menyangkut ortopedi yang juga harus diwaspadai.

Dilansir dari Eat This, Not That!, Sean Peden, MD, ahli bedah ortopedi kaki dan pergelangan kaki di Yale Medicine dan asisten profesor Ortopedi & Rehabilitasi di Yale School of Medicine memberikan beberapa contohnya.

1. Kaki sakit

Semenjak pandemi Covid-19 dimulai, sebagian besar dari kita banyak menghabiskan waktu di rumah. Ini membuat pakaian dari lebih kasual – kecuali kemeja saat melakukan Zoom. Selain itu, tentu alas kaki yang digunakan juga jadi lebih santai.

“Banyak orang terus bekerja di rumah paruh waktu atau penuh waktu, yang bagi sebagian orang bisa berarti memakai sandal atau berjalan tanpa alas kaki. Dan karena itu, banyak pasien datang kepada kami dengan masalah kaki,” ujar Dr. Peden.

2. Tendonitis

Peden menjelaskan jika dengan alas kaki yang tidak tepat dan olahraga teratur, tendon mengalami ketegangan tambahan. Contoh klasiknya adalah ketegangan pada tendon tibialisposterior, yang merupakan tendon yang menopang lengkungan kaki.

“Selama pandemi, kami melihat peningkatan jumlah pasien yang mengalami tendonitis di tendon ini, yang dapat menyebabkan lengkungan runtuh dan masalah permanen,” ujarnya.

Dia menambahkan tendon lain yang mengalami tekanan cukup besar adalah tendon Achilles. Secara alami tendon Achilles sangat kencang dan akan semakin kencang tanpa peregangan dan olahraga yang tepat.

Selama pandemi telah terjadi krisis kesehatan berupa kenaikan berat badan dan krisis alas kaki yang terabaikan. Peningkatan berat badan dan penggunaan alas kaki yang buruk adalah resep untuk masalah tendon Achilles.

3. Plantar fasciitis

Ini merupakan peradangan yang terjadi pada plantar fascia, yakni jariangan di bawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Dr Peden mengatakan jika kondisi ini yang paling umum ditanganinya.

“Saya melihatnya pada semua lapisan masyarakat – orang tua yang tidak banyak bergerak, pelari muda aktif, dan pekerja paruh baya. Hampir semua orang bisa mendapatkannya. Hubungan paling umum pada pasien tersebut adalah otot betisnya kencang dan alas kakinya tidak tepat. Untungnya, kondisi ini hampir selalu membaik seiring waktu dan perawatan,” katanya.

Dia menjelaskan jika salah satu perawatan efektif adalah melindungi kaki dengan alas kaki yang mendukung dan melindungi saat berada di rumah. Pandemi telah menyebabkan lebih banyak orang menghabiskan sepanjang hari dengan bertelanjang kaki, dan meskipun itu bisa nyaman, beberapa dari kaki ini mendapatkan lebih banyak siksaan dari seharusnya, bahkan hanya dari berjalan di sekitar rumah.

4. Jari kaki patah atau retak

Jari kaki patah atau retak juga sering terjadi. Dr Peden menjelaskan jika cedera jari kaki sebagian besar disebabkan benturan jari kaki terhadap furnitur atau cedera dengan kaki telanjang saat di luar.

“Saya sangat merekomendasikan untuk memakai alah kaki dengan pelindung, terutama di malam hari saat gelap dan kalian tidak dapat melihat kursi itu tidak pada tempatnya. Gunakan sepasang sandal yang kokoh dan simpat di samping tempat tidur sehingga kalian bisa menghindari jari kaki bengkok,” jelasnya.

Nah, karena dampak dari penggunaan alas kaki yang salah bisa berdampak buruk, Dr Peden menyarankan agar orang lebih banyak berjalan dengan menggunakan alas yang tepat. Dia menjelaskan jika ada banyak manfaat dari berjalan dan impact exercise.

“Salah satu manfaat nyatanya adalah menjaga otot tetap kuat dan fleksibel. Sayangnya, jalan kaki dan impact exercise lebih cenderung merusak kaki dibanding membantunya. Oleh karena itu, ketika berjalan, entah untuk pekerjaan, olehraga, atau aktivitas normal lain, lindungi kaki dengan alas kaki yang bagus. Bagus di sini artinya dibuat dengan baik. Pada akhirnya, kaki kalian akan jadi lebih nyaman dan sepatu yang dibuat dengan baik akan awet,” katanya.(*)

Foto: Pixabay/Fotorech

Related Articles
Interest
Lagi Merasa Kesepian? Robot Ini Siap untuk Menggenggam Tangan Kalian

Current Issues
Pandemi Covid-19 Bikin Gen Z dan Milenial Sulit Temukan Motivasi Kerja

Lifestyle
Sambut Tahun Baru, Ini Resolusi Kesehatan yang Harus Kalian Buat di 2022