Tech

Internet di Kazakhstan Diputus, Penambangan Crypto dan Bitcoin Merosot

Jingga Irawan

Posted on January 9th 2022

Setelah Tiongkok menekan aktivitas penambangan cryptocurrency, Kazakhstan menjadi pusat penambangan bitcoin terbesar kedua di dunia tahun lalu. Kedudukannya tepat di belakang Amerika Serikat. Banyak penambang crypto asal Tiongkok pindah ke sana agar lebih  leluasa menjalankan bisnis.

Sayangnya, kekuatan komputasi global dari jaringan bitcoin telah turun tajam karena Pemerintah Kazakhstan memutus internet negara tersebut minggu ini. Sehingga menghantam industri penambangan crypto (miners).

Pemerintah setempat mengambil langkah ekstrem untuk mematikan layanan internet dan komunikasi para pengunjuk rasa, yang memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak selama beberapa waktu terakhir di Kazakhstan.

Internet pada hari Rabu (5/1) diputus di seluruh negeri sebagai bagian dari langkah situs pemantauan Netblocks atau "pemadaman internet skala nasional.” Langkah ini kemungkinan akan mencegah penambang yang berbasis di Kazakhstan mengakses jaringan bitcoin.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya dibuat atau "ditambang" oleh komputer bertenaga tinggi. Biasanya di pusat data di berbagai belahan dunia, mereka bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks. Proses itu selama ini sangat memakan energi listrik.

Harga Bitcoin telah merosot ke posisi terendah sejak September di tengah pemadaman internet. Crypto yang paling banyak digunakan di dunia kehilangan nilainya sebanyak delapan persen dan jatuh ke bawah USD 41.000, karena investor membuang koin crypto mereka, yang sebagian didorong oleh peristiwa yang sedang berlangsung di negara Asia Tengah itu.

Pada bulan Agustus tahun lalu, data terbaru yang tersedia, Kazakhstan menyumbang 18 persen dari "hashrate" global. Istilah crypto untuk jumlah daya komputasi yang digunakan oleh komputer yang terhubung ke jaringan bitcoin.

Penambangan crypto di Kazakhstan sebagian besar ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah tua. Hal itu sempat memusingkan pemerintah karena mereka berusaha untuk mendekarbonisasi ekonomi.

Pemerintah Kazakhtan mengatakan tahun lalu mereka berencana untuk menindak penambang ilegal yang tak terdaftar. Mereka diperkirakan akan menghabiskan daya dua kali lebih banyak daripada penambang  yang terdaftar secara resmi.

Kementerian energinya mengatakan tahun lalu penambangan ilegal mungkin memakan daya hingga 1,2 GWt,  sementara penambang resmi menghabiskan 600 MWt, mengambil sekitar 8 persen dari total kapasitas pembangkit Kazakhstan. (*)

Artikel Terkait
Tech
Harga Bitcoin Jatuh di Awal Tahun, Ini Penyebabnya Utamanya!

Tech
Ikut Aturan Pemerintah Tiongkok, Alibaba Stop Jual Alat Penambang Crypto

Tech
Sejak Dilarang di Tiongkok, Penambangan Bitcoin Makin Tak Ramah Lingkungan